[Locusonline.co, Bandung] Wali Kota Bandung, H. Farhan, melantik pejabat untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang vital bagi pemerintahan kota. Pelantikan ini menandai berakhirnya antrean pengisian jabatan setelah melalui proses pembenahan administrasi yang ketat. Farhan menekankan bahwa integritas dan kemampuan mengatasi kompleksitas perkotaan menjadi dua fondasi utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan amanahnya.
Pelantikan Pejabat: Mengakhiri Antrean dan Memulai Komitmen Baru
Pelantikan pejabat ini diselenggarakan di Balai Kota Bandung pada Rabu, 24 Desember 2025. Proses ini merupakan klimaks dari upaya pembenahan sistem administrasi pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Bandung. Wali Kota Farhan menyatakan bahwa pelantikan ini telah dinanti-nantikan untuk memastikan kelancaran roda pemerintahan.
Pembenahan Administrasi Sebelum Pelantikan
Sebelum pelantikan, terjadi antrean pengisian jabatan akibat proses verifikasi dan penilaian yang mendalam. Wali Kota Farhan memastikan bahwa semua posisi kewilayahan esensial kini telah terisi dengan pejabat yang memenuhi syarat. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi kekosongan jabatan yang dapat menghambat pelayanan kepada masyarakat Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan memberikan dua pesan kunci yang harus dipegang teguh oleh setiap pejabat. Integritas disebut sebagai fondasi yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan pemerintahan. Selain itu, para pejabat juga harus mampu menghadapi kompleksitas persoalan perkotaan yang semakin multidimensi, seperti yang dijelaskan dalam berbagai analisis kebijakan perkotaan terkini.
Fokus pada Pelayanan Publik dan Penyelesaian Masalah Kompleks
Arahan Wali Kota Bandung tidak hanya berhenti pada prinsip integritas, tetapi juga bagaimana prinsip itu diterjemahkan dalam tindakan nyata. Farhan meminta para ASN untuk fokus pada pelayanan publik dan bekerja secara kolaboratif antarunit. Tujuannya adalah agar setiap kebijakan pimpinan dapat diwujudkan dalam program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Wali Kota Farhan mengambil contoh konkret persoalan sampah untuk menggambarkan tantangan yang dihadapi. Masalah sampah di Kota Bandung bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga menyangkut aspek kepatuhan hukum, edukasi publik, dan ketersediaan infrastruktur. Ia menegaskan bahwa diperlukan pendekatan terpadu, termasuk penyediaan lahan pengolahan sampah di tingkat kelurahan.
Jabatan sebagai Amanah, Bukan Hanya Posisi
Lebih dari sekadar titel struktural, Wali Kota Bandung menegaskan bahwa setiap jabatan adalah amanah. Setiap pejabat diminta memberikan kontribusi terbaik dengan menjunjung tinggi profesionalisme. Hal ini sejalan dengan semangat untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif, sebagaimana prinsip yang juga didorong dalam berbagai inisiatif reformasi birokrasi nasional.
Implikasi dan Harapan ke Depan bagi Kota Bandung
Dengan terisinya posisi-posisi strategis, pemerintah Kota Bandung diharapkan dapat bergerak lebih cepat dan solid. Kolaborasi antarjabatan menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah perkotaan yang saling berkaitan. Wali Kota Farhan optimistis bahwa dengan integritas dan kompetensi yang mumpuni, ASN dapat menjadi motor penggerak pembangunan Kota Bandung yang lebih baik.
Harapan terbesar dari pelantikan ini adalah peningkatan kualitas pelayanan publik di semua sektor. Setiap interaksi antara pemerintah dan warga harus mencerminkan efisiensi, transparansi, dan sikap melayani. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan dapat terus dibangun dan diperkuat.
Kesiapan Menghadapi Tantangan Masa Depan
Kota Bandung, seperti metropolitan lainnya, akan terus menghadapi dinamika dan tantangan baru. Para pejabat yang dilantik diharapkan tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan inovatif dalam mencari solusi. Pembelajaran dari kota-kota lain, baik di dalam maupun luar negeri, dapat menjadi referensi berharga untuk mengatasi kompleksitas perkotaan.
Pelantikan ini menandai babak baru dalam tata kelola Kota Bandung, dengan integritas dan pelayanan publik sebagai kompas utamanya. Kesuksesan para pejabat baru akan diukur dari seberapa besar dampak positif yang mereka hasilkan bagi kesejahteraan warga Bandung. Masyarakat dapat berperan serta dengan memberikan masukan dan mengawasi kinerja pemerintah, demi terwujudnya Bandung yang lebih maju dan nyaman untuk semua. (**)













