[Locusonline.co, Garut] Pemkab Garut memperkuat layanan darurat kebakarannya dengan menambah satu unit kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) berteknologi mutakhir senilai Rp1,89 miliar. Bantuan unit pancar ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Tarogong Kidul, pada Senin (29/12/2025). Penambahan alat berat ini merupakan bagian dari komitmen daerah menindaklanjuti Perda Penanggulangan Kebakaran dan merespons tingginya kepercayaan masyarakat.
“Dan ini jadi menarik karena fungsi damkar itu seperti segala bisa ya, dan ini juga bagus berarti ke masyarakat itu sudah memberikan perhatian dan kepercayaan kepada kita Pemerintah Kabupaten Garut untuk langsung menangani permasalahan mereka,” ucap Bupati Abdusy Syakur Amin.
Spesifikasi dan Keunggulan Unit Pemadam Kebakaran Terbaru
Unit baru ini bukan sekadar tambahan kuantitas, tetapi peningkatan kualitas yang signifikan. Kepala Disdamkar Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menjelaskan bahwa unit ini memiliki spesifikasi khusus yang berbeda dari armada sebelumnya, menjadikannya aset strategis untuk penanganan kebakaran yang lebih efektif.
Fitur Teknologi Canggih untuk Operasi yang Lebih Efisien
Beberapa fitur unggulan unit ini antara lain:
- Sistem Lampu Teleskopik 360 Derajat: Dapat menerangi lokasi kebakaran secara penuh saat aliran listrik padam, memudahkan operasi di malam hari atau kondisi gelap.
- Kemampuan Pemadaman Dinamis: Mampu memancarkan air sambil bergerak, teknologi yang umumnya digunakan di bandara, untuk memadamkan api di area yang lebih luas atau sulit dijangkau.
- Desain Double Kabin dengan Fasilitas Khusus: Kabin belakang dirancang khusus untuk awak dengan kursi yang memungkinkan personel langsung mengenakan tabung oksigen sebelum turun, mempercepat respons di lapangan.
Sumber Dana dan Distribusi ke Daerah Lain
Unit ini merupakan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025. Bantuan serupa juga diberikan kepada empat kabupaten/kota lain yang sebelumnya memiliki eks Bakorwil, yaitu Cirebon, Purwakarta, Bogor, dan Bandung, dengan nilai bantuan masing-masing sekitar Rp2 miliar.
Tantangan dan Strategi Penguatan SDM Damkar Garut
Di balik penambahan sarana, Pemkab Garut menyadari masih adanya tantangan yang perlu diatasi. Bupati Syakur mengakui bahwa meski sarana prasarana mengalami kemajuan signifikan, Kabupaten Garut masih menghadapi keterbatasan personel dan cakupan wilayah. Saat ini, Garut baru memiliki 10 pos pemadam kebakaran.
“Kita baru ada 10 (pos), tapi juga dengan kondisi kita (saat ini), tapi saya lihat bahwa progresnya sudah signifikan maju yang penting itu kepercayaan masyarakat. Jadi apa-apa masyarakat ke damkar ya, dan ini salah satu ujung tombak pelayanan kita ya,” ujarnya.
Rekrutmen dan Pelatihan Personel Baru


Untuk mengatasi kekurangan personel, Disdamkar Garut sedang melakukan rekrutmen internal dengan memindahkan ASN dari SKPD lain yang berminat. Saat ini, telah ada sekitar 47 orang yang mendaftar.
“Kita juga sekarang lagi merekrut pegawai yang baru, jadi ASN dari SKPD lain yang ada peminatan ke damkar kita terima, kita latih, nanti kita sebar. Dan ini baru ada yang daftar sekitar 47 orang ya, nanti kita akan pelatihan. Kami akan melaksanakan pelatihan dan pembaretan mungkin minggu depan,” jelas Kepala Disdamkar Usep Basuki Eko.
Komposisi Armada dan Penempatan Unit Baru
Dengan tambahan ini, Disdamkar Garut kini memiliki total 17 unit kendaraan operasional, terdiri dari:
- 12 unit kendaraan pancar
- 2 unit water supply
- 1 unit ambulans
- 1 unit rescue
- 1 kendaraan operasional inspektur
Unit baru rencananya akan ditempatkan di Pos Bakorwil (BKPP) yang akan diawaki oleh 18 personel dalam tiga sif (shift). Penempatan ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan dan kecepatan respons di wilayah sekitarnya.
Sinergi Pemerintah dan Peningkatan Kepercayaan Masyarakat
Penyerahan unit ini merefleksikan sinergi konkret antara Pemkab Garut dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bupati menegaskan bahwa langkah ini adalah respons terhadap tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Damkar. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat posisi Damkar sebagai ujung tombak pelayanan publik yang responsif terhadap berbagai masalah masyarakat, tidak hanya kebakaran tetapi juga darurat lainnya.
Penguatan armada Damkar Garut dengan teknologi mutakhir adalah langkah progresif dalam meningkatkan keselamatan publik. Keberhasilan implementasinya akan bergantung pada sinergi antara pemanfaatan teknologi, pemenuhan SDM yang memadai, dan pelatihan berkelanjutan. Dengan komitmen yang ditunjukkan, layanan Damkar Garut diharapkan semakin andal dan cepat dalam menanggapi berbagai insiden darurat di masyarakat.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan Damkar Garut sebagai layanan publik andalan yang cepat, tangguh, dan terpercaya. (**)












