“Era lama boleh membawa kebiasaan lama, tapi di pemerintahan baru, amplop bukan lagi tiket aman melainkan pintu masuk ke masalah yang jauh lebih besar.”
LOCUSONLINE, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengirim pesan keras tanpa emoji, tanpa basa-basi kepada para “pengusaha rakus” yang selama ini diduga hobi menyuap pejabat dan bersikap seolah negara ini bisa ditawar pakai amplop. Dari panggung World Economic Forum (WEF) di Swiss, Kamis (22/1/2026), Prabowo justru mempersilakan mereka mencoba peruntungan di era pemerintahannya.
“Bisa jadi mereka merasa tak perlu menghormati kedaulatan pemerintah Indonesia. Atau mungkin mereka yakin semua pejabat bisa dibeli,” ujar Prabowo di hadapan forum elite global.
“Silakan coba lakukan suap di pemerintahan saya. Saya jamin, kejutannya besar,” lanjutnya, dengan nada yang lebih mirip peringatan dini ketimbang tantangan kosong.
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika panggung internasional. Prabowo memanfaatkan forum ekonomi dunia itu untuk memamerkan deretan langkah tegas pemerintahannya dalam membereskan praktik ilegal di sektor sumber daya alam dan energi langkah yang ia klaim sebagai yang paling berani sepanjang sejarah Indonesia.
Menurut Prabowo, hingga saat ini pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang ilegal yang tersebar di berbagai daerah. Namun cerita belum tamat. Laporan internal pemerintah menunjukkan masih ada sedikitnya 1.000 tambang ilegal lain yang sudah masuk radar penindakan.
“Yang sudah ditutup seribu. Yang menunggu giliran, masih sekitar seribu lagi,” katanya singkat, seolah menegaskan bahwa hitungan belum final.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












