[Locusonline.co] Jakarta — Setelah sukses diterapkan pada jenjang SMA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) kini menyiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Asesmen nasional yang bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa secara objektif ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026, dengan sejumlah penyesuaian strategis yang dirancang untuk memitigasi kendala teknis yang muncul pada pelaksanaan sebelumnya.
Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, dalam beberapa kesempatan resmi menjelaskan komitmen kementerian. “TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif,” ujarnya menegaskan. Hasil asesmen ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai data diagnosis untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan secara nasional.
“Belajar dari pengalaman TKA jenjang SMA, kami telah memperkuat koordinasi dengan PLN dan Kominfo untuk mengantisipasi kendala teknis seperti pemadaman listrik dan gangguan jaringan,” tegas Toni Toharudin, menyoroti langkah preventif utama tahun ini.
Jadwal Pelaksanaan dan Skenario Antisipasi
Pelaksanaan TKA 2026 dirancang dengan kerangka waktu yang terstruktur dan menyediakan ruang antisipasi. Berikut adalah timeline lengkap pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP:
Terkait kendala teknis yang pernah mengganggu TKA SMA, seperti pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem, Kemendikdasmen telah menyiapkan skenario cadangan. Jadwal ujian susulan pada 11-17 Mei 2026 menjadi opsi bagi satuan pendidikan yang mengalami hambatan tak terduga. Selain itu, koordinasi dengan PLN, Kominfo, dan kementerian terkait lainnya juga telah ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung yang lebih baik.
Pemanfaatan Hasil TKA: Dari Pemetaan Pendidikan hingga Jalur Prestasi SPMB
Pemanfaatan hasil TKA terbagi dalam dua ranah utama: pemetaan pendidikan dan seleksi masuk sekolah. Berikut adalah perbandingan utamanya:Aspek Deskripsi & Fungsi Informasi Penting Tujuan & Sifat Asesmen diagnostik nasional untuk memotret kemampuan akademik siswa. Tidak wajib dan bukan penentu kelulusan. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Soal terdiri dari campuran soal pusat dan daerah. Durasi Ujian Masing-masing mata pelajaran: 75 menit untuk mengerjakan 30 soal. Diawali dengan 10 menit latihan dan diakhiri survei karakter selama 20 menit. Manfaat Utama Bahan evaluasi untuk pemetaan mutu dan perbaikan pembelajaran di tingkat sekolah, daerah, dan nasional. Dalam SPMB Dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam jalur prestasi akademik untuk masuk SMP atau SMA. Besaran porsi nilai TKA ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah (Pemda).
Untuk mendukung peserta, Kemendikdasmen menyediakan fasilitas simulasi online melalui laman “Ayo Coba TKA” dan platform “Rumah Pendidikan”. Selain itu, informasi dan simulasi soal juga dapat diakses melalui laman resmi tka.kemendikdasmen.go.id serta media sosial resmi Kemendikdasmen dan BSKAP.
Dengan sejumlah penyempurnaan dan antisipasi yang telah disiapkan, Kemendikdasmen optimistis pelaksanaan TKA 2026 untuk jenjang SD dan SMP dapat berjalan lebih lancar, memberikan data yang akurat, dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. (**)













