Bandung

Bukan Sekadar Aplikasi, Ini Makna Smart City Versi Pemkot Bandung

rakyatdemokrasi
×

Bukan Sekadar Aplikasi, Ini Makna Smart City Versi Pemkot Bandung

Sebarkan artikel ini
Pemkot Bandung Mantapkan Smart City 2026, Fokus pada Tata Kelola, Inovasi, dan Dampak Nyata locusonline featured image Feb
generated by AI

Pemkot Bandung Mantapkan Smart City 2026, Fokus pada Tata Kelola, Inovasi, dan Dampak Nyata

Bandung, 3 Februari 2026 – Dalam rapat evaluasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempertegas komitmennya untuk mempercepat transformasi smart city menuju fase yang lebih matang. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa visi smart city telah melampaui wacana teknologi semata, dan kini berfokus pada tata kelola berbasis data dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara langsung.

“Bagi kami, smart city bukan semata soal teknologi. Ini adalah pendekatan pembangunan kota yang terintegrasi, berbasis data, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Iskandar Zulkarnain dalam rapat evaluasi tersebut.

tempat.co

Refleksi dan Modal Kekuatan

Evaluasi implementasi smart city sepanjang 2025 menjadi momentum refleksi strategis bagi Pemkot. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A. Brilyana, menyoroti beberapa modal dasar kuat yang dimiliki Bandung: lebih dari 100 perguruan tinggi, penetrasi internet yang mencapai 85%, dan ekosistem inovasi yang terus bertumbuh. Modal ini telah menghasilkan sejumlah capaian, termasuk posisi Bandung sebagai salah satu kota terdepan dalam implementasi smart city di Indonesia, yang menurut Yayan adalah “tanggung jawab untuk terus berinovasi.”

Capaian dan Peta Jalan Digital

Pemkot Bandung telah membangun fondasi digital yang solid, yang tercermin dalam sejumlah indikator kunci:

AspekCapaian/TargetKeterangan
Tata Kelola DigitalIndeks SPBE 4.66 (kategori: Sangat Baik)Menunjukkan kematangan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Reformasi BirokrasiIndeks 83.58 (Peringkat A)Mendukung lingkungan yang kondusif untuk transformasi digital.
Layanan Publik TerintegrasiSuper-App SadayanaPlatform tunggal untuk mengakses berbagai layanan publik.
Keamanan SiberPembangunan SOC, CCTV Analitik, Panic ButtonMengantisipasi risiko di tengah pesatnya digitalisasi.
Ekonomi Digital (Smart Economy)Realisasi Investasi 2025: Rp 11,92 TriliunMelampaui target, menunjukkan iklim usaha yang kondusif.

Tantangan dan Fokus Perbaikan 2026

Di balik capaian, Pemkot secara terbuka mengakui sejumlah tantangan yang masih harus dibenahi secara serius. Iskandar Zulkarnain menyebutkan kendala mulai dari integrasi sistem antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penguatan keamanan informasi, hingga peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami memandang proses evaluasi ini sebagai ruang pembelajaran. Masukan dari para asesor menjadi bekal penting bagi kami untuk menyempurnakan program ke depan,” tegas Iskandar.

Untuk tahun 2026, Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah program quick win (kemenangan cepat) yang langsung menyentuh aspek kehidupan warga, di antaranya:

  1. Sport Tourism: Menggerakkan pariwisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
  2. Ekonomi Sirkular: Pengelolaan sampah berbasis ekonomi berkelanjutan.
  3. Beautifikasi 17 Ruas Jalan Wisata: Meningkatkan daya tarik visual dan kenyamanan kota.
  4. Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI): Untuk optimasi layanan publik dan peningkatan keamanan kota.

Tantangan di sektor kesehatan, seperti upaya percepatan penurunan angka stunting, juga akan ditangani melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih intensif.

Visi Ke Depan: Dari Teknologi Menuju Kesejahteraan

Dengan pendekatan yang holistik, Pemkot Bandung bertekad untuk memastikan bahwa transformasi smart city tidak berhenti pada pencapaian administratif dan angka-angka indeks semata. Komitmen kuat pada tata kelola yang baik, keamanan siber, dan inovasi yang berdampak langsung—seperti melalui aplikasi Sadayana dan program quick win—menunjukkan arah yang jelas: smart city sebagai alat untuk mewujudkan kota yang lebih layak huni, efisien, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.

Dengan memanfaatkan modal sosial, akademik, dan digital yang dimiliki, Bandung terus melangkah untuk mengukuhkan posisinya tidak hanya sebagai kota pintar (smart city), tetapi lebih penting lagi, sebagai kota yang bijak (wise city) dalam mengelola kemajuan untuk kesejahteraan bersama. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow