Bandung

Radio Cakra Rayakan Hari Jadi, Ribuan Warga Ikut Jalan Sehat di Tegallega

rakyatdemokrasi
×

Radio Cakra Rayakan Hari Jadi, Ribuan Warga Ikut Jalan Sehat di Tegallega

Sebarkan artikel ini
Radio Cakra Rayakan Hari Jadi, Ribuan Warga Ikut Jalan Sehat di Tegallega locusonline featured image Feb

[Locusonline.co] Bandung – Sebanyak 13.000 warga memadati Lapangan Tegallega pada Minggu pagi (8/2) yang cerah, bukan untuk unjuk rasa atau acara politik, melainkan untuk merayakan hari jadi sebuah institusi lokal: Radio Cakra. Dalam gelaran “Rame-Rame Radio Cakra Festival – Nu Kadua”, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan secara resmi melepas peserta jalan sehat, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam atas eksistensi radio komunitas tersebut di tengah gempuran media digital.

Radio di Era Digital: Bukan Sekadar Siaran, Tapi Ruang Interaksi

Dalam sambutannya, Farhan menekankan bahwa peran radio hari ini telah melampaui fungsi siaran satu arah. Radio Cakra, menurutnya, telah berhasil membangun ekosistem media yang hidup dengan menjadi jembatan interaksi sosial yang nyata.

tempat.co

“Eksistensi Radio Cakra tidak hanya terlihat dari siaran, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan ruang interaksi langsung melalui berbagai kegiatan komunitas. Event ini buktinya,” ujar Farhan.

Pernyataan ini menyentuh inti dari daya tahan radio tradisional di Kota Bandung: kedekatan dan lokalitas. Sementara media digital seringkali bersifat global dan impersonal, radio seperti Cakra mempertahankan relevansinya dengan merangkul identitas komunitas, menggunakan bahasa lokal (Sunda), dan menyelenggarakan acara yang langsung menyentuh kehidupan pendengar setianya.

Mengapa 13.000 Orang Masih Mau Datang untuk Sebuah Radio?

Kehadiran massa yang mencapai 13.000 peserta bukanlah angka yang kecil. Ini menjadi indikator kesehatan sosial (social vitality) dan menunjukkan beberapa hal:

  1. Kekuatan Komunitas (Community Power): Radio Cakra telah berhasil membangun basis pendengar yang bukan sekadar pemirsa pasif, melainkan komunitas aktif yang memiliki rasa memiliki (sense of belonging). Acara ini adalah puncak dari interaksi harian yang terjalin melalui gelombang udara.
  2. Nostalgia dan Kebersamaan: Di tengah isolasi sosial yang dipicu oleh gawai, acara jalan sehat seperti ini menawarkan nilai kebersamaan fisik dan kegembiraan kolektif yang sulit didapatkan di media online.
  3. Daya Tarik Ekonomi Lokal: Festival ini menghadirkan hiburan langsung dan dukungan mitra usaha, menunjukkan bahwa radio masih menjadi kanal pemasaran dan engagement yang efektif bagi pelaku usaha lokal, menciptakan siklus ekonomi mikro di sekitarnya.

Lapangan Tegallega sebagai Ruang Publik yang Hidup

Pemilihan Lapangan Tegallega sebagai lokasi juga sarat makna. Lapangan ini adalah ruang publik ikonis di Bandung. Keberhasilan mengisi ruang tersebut dengan ribuan orang untuk acara non-politik dan non-olahrgaga besar memperlihatkan bahwa radio memiliki daya panggil (convocation power) untuk mengaktifkan ruang kota. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah kota untuk menghidupkan ruang publik melalui aktivitas komunitas yang positif.

Implikasi dan Pelajaran bagi Masa Depan Media Lokal

Acara ini memberikan pelajaran berharga bagi industri media dan pemerintah daerah:

  • Bagi Media Lokal: Kunci bertahan adalah melampaui siaran. Membangun komunitas offline, menjadi platform bagi usaha lokal, dan menciptakan pengalaman langsung bagi pendengar adalah strategi diferensiasi yang kuat.
  • Bagi Pemerintah Kota: Radio komunitas seperti Cakra adalah mitra strategis dalam membangun kohesi sosial, menyebarkan informasi publik, dan menggerakkan partisipasi warga. Dukungan dan apresiasi seperti yang disampaikan Wali Kota perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang mendukung keberlanjutan media lokal.
  • Bagi Ekosistem Kreatif: Kesuksesan acara ini menunjukkan potensi kolaborasi antara media tradisional, komunitas, dan pemangku kepentingan kota untuk menciptakan konten dan event yang berdampak sosial luas.

Radio sebagai “Social Glue” di Kota Bandung

Dengan melepas 13.000 peserta jalan sehat, Wali Kota Farhan tidak hanya merayakan ulang tahun sebuah stasiun radio. Ia secara simbolis mengakui peran radio sebagai “perekat sosial” (social glue) di era yang terfragmentasi.

Radio Cakra membuktikan bahwa di tengah algoritma media sosial dan streaming digital, keaslian suara lokal, interaksi manusiawi, dan komitmen pada komunitas tetap memiliki tempat yang sangat penting dan dicintai. Keberhasilan festival ini adalah pesan optimistis: selama media mampu beradaptasi dan menjadi bagian dari denyut nadi masyarakatnya, eksistensinya akan tetap terjaga, bahkan berkembang menjadi kekuatan sosial yang nyata. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow