[Locusonline.co] BANDUNG – Rencana pembukaan kembali Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) yang sempat dinantikan masyarakat pada momentum libur Lebaran 2026 masih belum menemukan kepastian. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil keputusan tergesa-gesa. Kesejahteraan dan kesehatan satwa menjadi prioritas utama sebelum kawasan wisata edukasi ini kembali menerima pengunjung.
“Kesiapan fasilitas harus berjalan seiring dengan jaminan kesehatan seluruh hewan koleksi konservasi,” ujar Farhan, Jumat (20/2/2026).
Menunggu Lebaran, tapi Tak Mau Asal Buka
Farhan menekankan bahwa pemerintah tidak ingin kebun binatang dibuka hanya demi mengejar momentum Lebaran apabila kondisi satwa belum sepenuhnya layak. Pemeriksaan kesehatan, kualitas perawatan, hingga standar kesejahteraan hewan menjadi indikator utama sebelum keputusan operasional diambil.
“Harapannya tentu bisa dibuka, tetapi yang paling penting adalah memastikan hewannya sehat. Jangan sampai dibuka sementara satwanya justru dalam kondisi tidak baik, ” ucap Farhan.
Pernyataan ini menjadi sinyal tegas bahwa aspek konservasi tidak bisa dikorbankan demi kepentingan pariwisata sesaat.
Proses Seleksi Pengelola Baru: Transparan dan Selektif
Selain aspek kesehatan satwa, Pemkot Bandung juga masih menunggu proses penataan pengelolaan baru melalui mekanisme seleksi resmi. Farhan membuka peluang bagi pihak pengelola yang memenuhi syarat, termasuk kemungkinan pengelola lama, sepanjang lolos proses verifikasi yang ditetapkan komite seleksi.
“Pengelolaan kebun binatang tidak bisa dilakukan sembarangan karena berkaitan langsung dengan status lembaga konservasi kategori A. Di Indonesia, jumlah lembaga yang memiliki izin mengelola satwa dalam kategori tersebut sangat terbatas,” jelasnya.
Farhan menyebutkan hanya sekitar delapan lembaga konservasi kategori A yang memiliki kapasitas serta legalitas untuk mengelola satwa secara profesional. Karena itu, proses pemilihan pengelola harus dilakukan secara selektif dan transparan.
Rekomendasi Kejaksaan: Pilih Skema KSP, Bukan Dikelola Langsung Pemda
Farhan juga mengungkapkan bahwa opsi pengelolaan langsung oleh pemerintah daerah sebenarnya sempat menjadi pertimbangan. Namun berdasarkan rekomendasi Kejaksaan Tinggi, skema tersebut tidak disarankan untuk diterapkan dalam kasus Kebun Binatang Bandung.
“Rekomendasi diberikan guna menjaga tata kelola yang akuntabel serta meminimalkan potensi persoalan hukum di kemudian hari,” ungkapnya.
Pemerintah daerah diminta tetap menggunakan mekanisme kerja sama yang memiliki sistem pengawasan jelas. Skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dinilai menjadi pilihan paling realistis karena memungkinkan pengawasan berlapis sekaligus menjaga profesionalisme pengelolaan konservasi satwa.
“Melalui pola KSP, pemerintah tetap memiliki fungsi kontrol, sementara operasional teknis dijalankan oleh lembaga yang memiliki kompetensi di bidang konservasi dan manajemen satwa,” ujar Farhan.
Koordinas Lintas Lembaga, Targetkan Tata Kelola yang Sehat
Pemkot Bandung terus melakukan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan seluruh aspek administratif, hukum, dan teknis berjalan sesuai ketentuan sebelum kebun binatang resmi dibuka kembali. Keputusan akhir pembukaan akan mempertimbangkan hasil evaluasi komprehensif, mulai dari kesiapan pengelola, standar konservasi, hingga kondisi lingkungan habitat satwa.
“Bagi pemerintah kota, keberadaan kebun binatang bukan sekadar destinasi rekreasi, melainkan ruang edukasi konservasi yang harus dikelola secara bertanggung jawab,” katanya.
Pesan untuk Masyarakat: Bersabarlah
Farhan meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil proses seleksi dan penataan pengelolaan. Pemerintah memastikan setiap langkah yang diambil bertujuan menghadirkan kebun binatang yang aman bagi pengunjung sekaligus layak bagi kehidupan satwa di dalamnya.
Lebaran Bisa Lewat, Satwa Harus Sehat
Keputusan untuk tidak terburu-buru membuka Bandung Zoo meskipun momentum Lebaran semakin dekat menunjukkan perubahan paradigma dalam pengelolaan wisata berbasis konservasi. Pemerintah tidak lagi sekadar mengejar jumlah pengunjung, tetapi memastikan bahwa satwa sebagai makhluk hidup yang dilindungi mendapatkan haknya atas kesehatan dan kesejahteraan.
Masyarakat tentu berharap kebun binatang kesayangan ini segera beroperasi kembali. Namun, harapan yang lebih besar adalah agar Bandung Zoo hadir sebagai lembaga konservasi yang benar-benar profesional, bukan sekadar tempat rekreasi biasa. (**)














