ArtikelBencanaLifestyleNasionalNews

La Niña Mau Pamit, Payung Jangan Disimpan Dulu!

bhegins
×

La Niña Mau Pamit, Payung Jangan Disimpan Dulu!

Sebarkan artikel ini
Generated Image 5mu2x35mu2x35mu2
Gambar Ilustrasi AI
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

“Meski proyeksi menunjukkan kondisi netral, BMKG tetap mengingatkan bahwa dinamika atmosfer dan laut bersifat fluktuatif, status “netral” bukan berarti cuaca auto santuy. Transisi musim justru sering jadi periode rawan kejutan.”

LOCUSONLINE, JAKARTA – Langit Indonesia lagi main tarik-ulur. Di satu sisi, fenomena La Niña disebut mulai melemah dan pelan-pelan menuju fase netral. Di sisi lain, hujan deras masih siap turun tanpa banyak basa-basi di sejumlah wilayah. Intinya jangan buru-buru jemur kasur.

tempat.co

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pembaruan Dasarian II Februari 2026 menyebut dinamika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik (ENSO) dan Samudra Hindia (IOD) tetap menjadi penentu irama hujan, suhu udara, hingga potensi cuaca ekstrem di Tanah Air. Bahasa simpelnya: kalau lautnya berubah mood, daratan ikut kebagian efeknya.

Pada Dasarian II Februari, anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 mencatat indeks ENSO sebesar -0,27. Angka ini mengindikasikan fase La Niña lemah yang diproyeksikan bergerak menuju netral pada pertengahan tahun.

Memasuki periode Maret–April–Mei (MAM), indeks ENSO diperkirakan berada di -0,11. Lalu pada April-Mei-Juni (AMJ), nilainya diprediksi bergeser ke 0,11. Artinya, statusnya netral. Secara teknis terdengar kalem, tapi dampaknya belum tentu ikut santai.

BMKG menilai kondisi saat ini masih berpotensi mendorong curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, yakni di atas 150 mm per dasarian. Wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan antara lain:

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow