LOCUSONLINE, GARUT – Saat sebagian warga terbangun untuk sahur, sebuah kandang ayam di Kecamatan Cisurupan justru “bangun” dalam kobaran api. Sabtu (28/2/2026) dini hari, bangunan dua lantai di Kampung Batu Reog, Desa Tambakbaya, itu habis dilalap si jago merah bersama ribuan ayam pedaging di dalamnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, Basuki Eko, menyebut laporan diterima menjelang pukul 04.00 WIB. “Kejadiannya sekitar jam 03.52 WIB,” ujarnya.
Petugas dari Pos Sektor Cikajang segera dikerahkan ke lokasi. Namun setibanya di tempat kejadian, api disebut sudah menguasai hampir seluruh bangunan. Obyek yang terbakar merupakan kandang ayam berlantai dua dengan ukuran sekitar 5×10 meter.
Baca Juga : Live TikTok Menteri, Gift Mengalir: KPK Ingatkan, Jangan Sampai “Paus” Jadi Gratifikasi
Angin kencang yang berembus dini hari mempercepat perambatan api. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih satu jam hingga kobaran berhasil dikendalikan.
Berdasarkan keterangan pemilik kandang, api pertama kali terlihat sekitar pukul 03.30 WIB di bagian atap dan dengan cepat membesar. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik di dalam bangunan.
Akibat insiden tersebut, sekitar 6.000 ekor ayam pedaging mati terpanggang. Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp700 juta.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa instalasi listrik di area peternakan memerlukan pengawasan ketat, terutama pada bangunan tertutup yang mudah terbakar. Di balik angka kerugian dan bangunan yang hangus, tersisa pekerjaan rumah soal standar keamanan agar sahur berikutnya tak lagi disertai sirene pemadam kebakaran.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










