LOCUSONLINE, GARUT – Di tengah puing-puing perang dan langit yang belum sepenuhnya bersih dari asap konflik, Republik Islam Iran akhirnya mengumumkan babak baru dalam kepemimpinannya. Majelis Pakar Kepemimpinan secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga negara itu, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur setelah serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada Senin (9/3/2026). Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Mojtaba meraih lebih dari 85 persen dukungan anggota Majelis Pakar, sebuah angka yang terdengar sangat meyakinkan untuk sebuah negara yang sedang berperang.
Penunjukan tersebut mengacu pada ketentuan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran, yang mengatur mekanisme pemilihan pemimpin tertinggi untuk masa jabatan delapan tahun. Dengan kata lain, meski rudal saling berbalasan, roda politik di Teheran tetap berjalan sesuai buku aturan.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa transisi kekuasaan berlangsung stabil. Bahkan, sebelum kursi kepemimpinan itu terasa hangat, komando militer baru langsung bergerak.
Di bawah arahan Mojtaba, Iran melanjutkan operasi militernya terhadap Israel. Dalam pernyataan resmi tersebut disebutkan bahwa tahap ke-30 dari operasi militer yang dinamai “Operasi Janji Setia 4 (Va’deh Sadegh-4)” telah diluncurkan pada pagi hari yang sama, dengan sasaran wilayah yang disebut Iran sebagai target Zionis di Israel.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









