LOCUSONLINE, GARUT – Di panggung konflik Timur Tengah yang tidak pernah kekurangan drama, Iran kembali memperkenalkan “argumentasi” terbarunya bukan lewat meja diplomasi, melainkan melalui rudal dengan hulu ledak seberat lebih dari empat ton. Senjata yang diumumkan pada 20 Maret 2026 itu menjadi bagian dari operasi militer yang diberi nama megah yaitu Janji Sejati, sebuah istilah yang terdengar seperti slogan politik, tetapi dijalankan dengan peluncur roket.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps, yang menyatakan bahwa rudal presisi tinggi itu diarahkan ke sejumlah instalasi militer milik Amerika Serikat dan Israel. Sasaran utamanya meliputi pangkalan militer, pusat komando, hingga fasilitas logistik yang dianggap menjadi tulang punggung operasi militer kedua negara.
Istilah “presisi tinggi” sendiri bukan sekadar hiasan retorika. Dalam terminologi militer Iran, istilah itu berasal dari kata Persia nukteh zan yang secara harfiah berarti kemampuan menghantam titik tertentu dengan tingkat kesalahan hanya beberapa meter. Dengan kata lain, rudal jenis ini tidak lagi mengandalkan ledakan luas, melainkan ketepatan sasaran yang nyaris matematis.
Dalam serangan terbaru tersebut, IRGC menyebut telah meluncurkan sejumlah rudal balistik generasi terbaru, termasuk varian dari sistem Qadr dan Emad. Gelombang peluncuran disebut melibatkan rudal supersonik hingga hipersonik, disertai drone serang yang diarahkan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










