Bisnis

Menperin: Industri Busana Muslim Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Tren Dunia

rakyatdemokrasi
×

Menperin: Industri Busana Muslim Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Tren Dunia

Sebarkan artikel ini
Menperin, Industri Busana Muslim Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Tren Dunia locusonline featured image Mar 2026

[Locusonline.co] JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis sektor busana muslim (modest fashion) memiliki peluang pasar global yang sangat terbuka lebar. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, meyakini industri ini akan membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk menjadi produsen sekaligus pusat tren busana muslim dunia.

“Hal ini menunjukkan bahwa industri modest fashion memiliki prospek pasar yang sangat besar. Industri ini harus terus berkembang agar membuka peluang strategis bagi Indonesia sebagai produsen sekaligus pusat tren modest fashion dunia,” ujar Agus di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026 .

tempat.co

Pertumbuhan Pasar Global yang Fantastis

Agus menjelaskan, pertumbuhan konsumsi produk fesyen muslim dunia terus meningkat pesat hingga mencapai angka fantastis setiap tahunnya. Hal ini merujuk pada laporan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025 yang memproyeksikan pasar ini akan terus menguat .

Data dari laporan tersebut menunjukkan bahwa pasar modest fashion global terus tumbuh signifikan, dan Indonesia berada di posisi yang sangat strategis untuk mengambil manfaat dari pertumbuhan ini.

Indonesia Peringkat Satu Ekosistem Modest Fashion Dunia

Industri Busana Muslim Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Tren Dunia. Indonesia Peringkat Satu Ekosistem Modest Fashion Dunia

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengungkapkan capaian membanggakan. Berdasarkan SGIER 2024/2025, Indonesia berhasil menduduki peringkat pertama dunia dalam ekosistem lokal yang mendukung perkembangan industri modest fashion .

“Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam industri modest fashion global. Sektor ini juga merupakan industri padat karya yang melibatkan banyak tenaga kerja,” ujar Reni .

Pencapaian peringkat pertama ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat, mulai dari ketersediaan bahan baku, jumlah desainer dan pelaku usaha, hingga dukungan pasar domestik yang besar.

Sertifikasi Halal: Nilai Tambah dan Daya Saing

Pemerintah juga tengah memberlakukan kewajiban sertifikasi halal pada produk barang gunaan, termasuk fesyen, yang akan berlaku efektif mulai Oktober 2026 . Kebijakan ini dinilai akan menjadi game-changer bagi produk modest fashion Indonesia.

“Kebijakan ini memberikan jaminan kualitas, keamanan, serta kepercayaan konsumen. Selain itu, kebijakan ini juga menciptakan nilai tambah bagi produk modest fashion Indonesia di pasar global,” ucap Reni .

Dengan sertifikasi halal, produk Indonesia tidak hanya bersaing dari segi desain dan harga, tetapi juga memiliki legitimasi kehalalan yang diakui, yang menjadi nilai jual utama di pasar muslim global.

Ramadan: Momentum Penggerak Ekonomi Kreatif

Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan bahwa bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi penggerak ekonomi kreatif nasional. Berbagai perhelatan mode yang digelar selama Ramadan diharapkan mampu menjadi wadah ekspresi kreatif bagi seluruh desainer lokal sekaligus mendorong konsumsi. (**)

Rangkuman Potensi Industri Modest Fashion Indonesia

AspekKeterangan
Peringkat Dunia (Ekosistem)1 (SGIER 2024/2025)
Karakteristik IndustriPadat karya, melibatkan banyak tenaga kerja.
Kebijakan PendukungSertifikasi halal produk fesyen wajib (Oktober 2026).
Dampak Sertifikasi HalalNilai tambah, jaminan kualitas, kepercayaan konsumen, daya saing global.
Momentum StrategisRamadan sebagai penggerak ekonomi kreatif dan ekspresi desainer lokal.
Target Jangka PanjangMenjadi produsen dan pusat tren modest fashion dunia.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow