[Locusonline.co] Bandung – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan mitigasi sejak dini, terutama saat terjadi hujan disertai petir dan angin kencang. Hindari benda-benda yang berpotensi roboh seperti tiang listrik dan reklame iklan di pinggir jalan.
Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa Kota Bandung dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan pada siang hingga malam hari. Kondisi ini diprakirakan akan berlangsung dalam satu hingga tiga hari ke depan.
“Diprakirakan satu hingga tiga hari ke depan masih terdapat potensi hujan pada siang hingga malam hari di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan juga wilayah lainnya seperti Kabupaten Tasikmalaya,” ungkap Teguh, Minggu (29/3/2026).
Imbauan Keselamatan: Hindari Tempat Terbuka & Matikan Alat Komunikasi
Teguh mengimbau masyarakat untuk menghindari tempat tinggi dan terbuka saat terjadi hujan disertai petir. Jika berada di luar ruangan, segera cari perlindungan di tempat tertutup dan matikan sementara alat komunikasi.
“Hindari tempat tinggi dan terbuka serta mematikan alat komunikasi sementara waktu dengan menjaga jarak aman terutama jika sedang berteduh di luar ruangan,” imbaunya.
Khusus bagi warga yang tinggal di daerah bertopografi curam, bergunung, atau rawan longsor, Teguh mengingatkan untuk tetap waspada, terutama jika hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi selama beberapa hari berturut-turut.
“Begitu juga untuk daerah bertopografi curam bergunung atau rawan longsor agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut,” sambungnya.
Analisis BMKG: Apa Penyebab Cuaca Ekstrem 28 Maret?
Teguh menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung pada 28 Maret 2026 disebabkan oleh beberapa faktor yang mendukung potensi pembentukan awan konvektif (awan hujan) secara masif.
Faktor Pemicu:
| Faktor | Keterangan |
|---|---|
| Suhu muka laut yang hangat | Meningkatkan penguapan dan pasokan uap air |
| Gelombang atmosfer Equatorial Rossby | Aktif dan memicu konveksi skala luas |
| Kelembapan udara sangat tinggi | Pada lapisan 850–500 mb berkisar 50–95% |
| Labilitas atmosfer kategori sedang–lebat | Menyebabkan udara mudah naik dan membentuk awan hujan |
“Tingkat labilitas atmosfer kategori sedang hingga lebat, yang secara kolektif menjadi pemicu utama meningkatnya potensi pertumbuhan awan konvektif skala lokal yang masif di sebagian besar wilayah Jawa Barat,” terangnya.
Kronologi Hujan Lebat 28 Maret: Dari Siang hingga Sore
Berdasarkan interpretasi citra radar, bibit awan konvektif mulai terpantau di sebagian wilayah Kota Bandung sejak pukul 11.41 WIB. Secara bertahap namun pasti, awan tersebut tumbuh berkembang menjadi awan konvektif yang signifikan hingga mencakup sebagian besar wilayah Kota Bandung.
“Reflektifitas awan mencapai 35 – 55 dBZ. Kondisi ini mengindikasikan terjadinya hujan sedang hingga lebat di wilayah Kota Bandung pada rentang waktu antara menjelang siang hingga sore hari,” jelas Teguh.
Nilai reflektifitas 35–55 dBZ menunjukkan intensitas hujan yang cukup tinggi, berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Untuk memastikan cuaca ke depan, kami berharap masyarakat terus mengupdate kondisi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik itu media sosial maupun di website resmi BMKG,” ujar Teguh.
Langkah Mitigasi yang Dapat Dilakukan:
- Pantau informasi cuaca secara berkala dari sumber resmi BMKG.
- Hindari berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, atau reklame saat hujan lebat dan angin kencang.
- Matikan perangkat elektronik dan hindari penggunaan telepon genggam saat terjadi petir.
- Waspadai lingkungan sekitar, terutama jika tinggal di daerah rawan longsor atau bantaran sungai.
- Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.
Antisipasi Pemerintah Daerah
Pemerintah Kota Bandung bersama BPBD dan instansi terkait telah menyiagakan personel dan peralatan untuk merespons cepat potensi bencana. Masyarakat yang membutuhkan pertolongan atau ingin melaporkan kondisi darurat dapat menghubungi call center 112.
Dengan kewaspadaan bersama dan langkah mitigasi yang tepat, diharapkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. Tetap waspada dan utamakan keselamatan. (**)














