EkonomiOtomotif

Hemat BBM di Tengah Harga Naik! Pakar ITB: Ini 5 Langkah Sederhana yang Bisa Turunkan Konsumsi hingga 40%

rakyatdemokrasi
×

Hemat BBM di Tengah Harga Naik! Pakar ITB: Ini 5 Langkah Sederhana yang Bisa Turunkan Konsumsi hingga 40%

Sebarkan artikel ini
Hemat BBM di Tengah Harga Naik! Pakar ITB, Ini 5 Langkah Sederhana yang Bisa Turunkan Konsumsi hingga 40% locusonline featured image Mar 2026

[Locusonline.co] Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal Maret lalu menjadi pengingat bagi para pengemudi untuk semakin bijak dalam mengelola konsumsi bahan bakar. Meskipun harga BBM di Indonesia saat ini masih relatif stabil, dinamika pasar minyak dunia akibat konflik Timur Tengah yang mengganggu jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz tetap menjadi bayang-bayang yang perlu diantisipasi.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengungkapkan bahwa ada sejumlah langkah sederhana namun efektif yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara drastis.

tempat.co

“Pengemudi mobil dapat menghemat BBM dengan menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi dan pengereman mendadak,” kata Yannes ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (30/3/2026).

1. Hindari Berkendara Agresif: Bisa Boros hingga 40%

Berkendara secara agresif—seperti ngebut, akselerasi cepat, dan pengereman mendadak—merupakan penyebab utama pemborosan bahan bakar. Berdasarkan data dari Departemen Energi Amerika Serikat, perilaku mengemudi tersebut dapat menurunkan efisiensi konsumsi BBM secara signifikan:

Kondisi JalanPemborosan BBM
Kecepatan jalan tol15–30%
Lalu lintas stop-and-go (berhenti-dan-jalan)10–40%

“Kunci utamanya adalah menjaga kecepatan stabil dan mengantisipasi kondisi lalu lintas agar tidak perlu melakukan pengereman mendadak,” jelas Yannes.

2. Matikan Mesin Saat Berhenti Lama

Langkah sederhana yang kerap diabaikan adalah mematikan mesin saat berhenti dalam waktu lama. Kebiasaan ini dinilai mampu mengurangi pemborosan bahan bakar secara signifikan, terutama saat menghadapi kemacetan panjang atau menunggu di perlintasan kereta api.

“Banyak pengemudi yang membiarkan mesin menyala saat berhenti lama karena malas menyalakan ulang. Padahal, ini pemborosan yang tidak perlu,” imbuhnya.

3. Tutup Jendela Saat Melaju Kencang, Gunakan AC Seperlunya

Yannes juga menyarankan pengemudi untuk menutup jendela saat melaju di kecepatan tinggi guna menghindari hambatan udara (drag) yang dapat meningkatkan konsumsi BBM.

Selain itu, penggunaan pendingin ruang kabin (AC) perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Penggunaan AC dapat meningkatkan konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, terutama saat suhu lingkungan sedang terik di siang hari.

“Mengurangi konsumsi BBM bisa juga dengan menutup jendela saat melaju di kecepatan tinggi untuk menghindari hambatan udara, dan menggunakan AC seperlunya,” ujar Yannes.

4. Jaga Tekanan Angin Ban dan Kurangi Beban Berlebih

Untuk hasil yang lebih optimal, kondisi kendaraan juga harus diperhatikan. Beberapa langkah perawatan sederhana yang dapat dilakukan:

LangkahDampak
Menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikanMengurangi hambatan gulir
Menghindari membawa beban berlebihMenurunkan konsumsi BBM
Melakukan servis rutin (oli, injektor, sistem pembakaran)Menjaga efisiensi mesin

“Mesin yang tidak terawat bisa lebih boros hingga 30 persen,” tegas Yannes.

5. Kombinasi Gaya Berkendara dan Perawatan Rutin

Kombinasi antara gaya berkendara yang tepat dan perawatan kendaraan yang rutin menjadi kunci utama dalam menghemat penggunaan BBM, terutama di tengah potensi kenaikan harga.

“Efisiensi BBM bukan hanya soal harga, tapi juga bagaimana kita memperlakukan kendaraan kita sehari-hari,” pungkasnya.

Latar Belakang: Harga BBM Naik Awal Maret

PT Pertamina (Persero) pada 1 Maret 2026 melakukan pembaruan harga BBM untuk beberapa wilayah tertentu. Di Jabodetabek, terjadi kenaikan pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi:

Jenis BBMHarga Lama (Februari)Harga Baru (Maret)
Pertamax (RON 92)Rp11.800/literRp12.300/liter
Pertamax Green (RON 95)Rp12.450/literRp12.900/liter
Pertamax Turbo (RON 98)Rp12.700/literRp13.100/liter
Dexlite (CN 51)Rp13.250/literRp14.200/liter
Pertamina Dex (CN 53)Rp13.500/literRp14.500/liter

Sementara itu, BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter

Analisis: Dinamika Global dan Antisipasi Nasional

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini dipicu oleh dinamika pasar minyak dunia yang sempat terganggu akibat konflik Timur Tengah. Selat Hormuz, sebagai jalur utama perdagangan minyak global, mengalami tekanan yang berdampak pada harga minyak mentah dunia.

Meskipun pemerintah memastikan bahwa stok BBM nasional masih aman dan harga BBM subsidi tetap dijaga, langkah-langkah penghematan dari sisi konsumen menjadi semakin relevan. Dengan menerapkan tips dari pakar ITB ini, masyarakat dapat mengurangi dampak kenaikan harga terhadap pengeluaran bulanan mereka.

Kenaikan harga BBM awal Maret menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih sadar dalam mengelola konsumsi bahan bakar. Langkah-langkah sederhana seperti menjaga kecepatan stabil, mematikan mesin saat berhenti lama, menutup jendela saat melaju kencang, serta merawat kendaraan secara rutin, dapat menekan konsumsi BBM hingga puluhan persen.

Dengan kombinasi gaya berkendara yang bijak dan perawatan kendaraan yang tepat, pengeluaran BBM dapat dikendalikan—tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan mobilitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow