[Locusonline.co] Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (1/4/2026) dibuka di zona hijau. Menguatnya IHSG didorong oleh ekspektasi pelaku pasar akan terjadinya deeskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, serta sejumlah kebijakan positif dari dalam negeri.
IHSG dibuka menguat 101,03 poin atau 1,43 persen ke posisi 7.149,25. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,78 poin atau 1,65 persen ke posisi 727,59.
“IHSG diperkirakan berpotensi rebound karena sentimen positif dari ekspektasi akan deeskalasi di Timur Tengah. Diperkirakan IHSG akan menguji level resistance di 7.100-7.200,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Sentimen Global: Harapan Deeskalasi Konflik Timur Tengah
Dari mancanegara, harapan pelaku pasar terhadap deeskalasi konflik antara AS dan Israel melawan Iran di kawasan Timur Tengah kembali muncul. Pesan-pesan seputar operasi yang tengah berlangsung mengalami perubahan positif setelah adanya laporan bahwa Presiden AS Donald Trump akan terbuka untuk mengakhiri perang tanpa harus membuka kembali Selat Hormuz secara besar-besaran.
Di sisi lain, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa negara tersebut siap mengakhiri perang apabila diberikan jaminan keamanan. Meskipun masih terdapat keraguan terhadap kebenaran laporan tersebut, turunnya harga minyak mentah menjadi faktor positif yang turut mendorong pergerakan indeks di bursa saham Eropa dan Wall Street.
Sentimen Domestik: Kebijakan Strategis Pemerintah
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis hari ini. Namun yang tak kalah menarik adalah sejumlah kebijakan strategis yang telah diumumkan pemerintah:
1. Harga BBM Tidak Naik
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa Pertamina tidak akan menaikkan BBM subsidi dan non-subsidi. Keputusan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus menjaga stabilitas inflasi ke depan.
2. WFH Resmi Diterapkan Mulai 1 April
Pemerintah secara resmi mengumumkan pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi ASN di instansi pemerintahan pusat dan daerah setiap hari Jumat. Kebijakan ini mulai berlaku hari ini, 1 April 2026, dan akan ditinjau kembali dalam dua bulan ke depan.
3. Percepatan B50 untuk Kemandirian Energi
Pemerintah juga mempercepat penerapan B50 (biodiesel 50 persen) sebagai langkah meningkatkan kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
4. Efisiensi Anggaran hingga Rp130 Triliun
Kebijakan efisiensi anggaran di kementerian dan lembaga (K/L) berpotensi menghemat Rp121 triliun hingga Rp130 triliun. Langkah ini dinilai positif bagi kesehatan fiskal negara.
Data Ekonomi yang Dinantikan Pasar
Pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis pada hari ini, Rabu (1/4):Indikator Periode Estimasi Sebelumnya Manufacturing PMI Maret 2026 51,2 53,8 Neraca Perdagangan Februari 2026 Surplus 1,2 miliar dolar AS Surplus 0,9 miliar dolar AS Inflasi (mtm) Maret 2026 0,3% 0,68% Inflasi (yoy) Maret 2026 4,9% 4,76%
Penurunan PMI Maret diperkirakan dipengaruhi oleh adanya libur Hari Raya Idulfitri, sementara surplus neraca perdagangan diprediksi meningkat, menunjukkan kinerja ekspor yang masih solid.
Pergerakan Bursa Global dan Regional
Sentimen positif juga terpantau dari bursa saham global dan regional yang kompak menguat.
Bursa Eropa (Selasa, 31/3)
| Indeks | Perubahan |
|---|---|
| Euro Stoxx 50 | +0,49% |
| FTSE 100 (Inggris) | +0,48% |
| DAX (Jerman) | +0,52% |
| CAC (Prancis) | +0,57% |
Bursa AS (Selasa, 31/3)
| Indeks | Perubahan | Level Penutupan |
|---|---|---|
| Dow Jones | +2,49% | 46.341,51 |
| S&P 500 | +2,91% | 6.528,52 |
| Nasdaq Composite | +3,43% | 23.740,19 |
Bursa Asia (Rabu pagi)
| Indeks | Perubahan |
|---|---|
| Nikkei (Jepang) | +4,16% |
| Shanghai (China) | +1,29% |
| Hang Seng (Hong Kong) | +1,98% |
| Strait Times (Singapura) | +1,55% |
Prospek IHSG ke Depan
Dengan kombinasi sentimen positif dari global dan domestik, IHSG diperkirakan akan menguji level resistance di 7.100–7.200. Pelaku pasar optimis bahwa kebijakan pemerintah yang pro-stabilitas dan harapan deeskalasi konflik geopolitik akan terus memberikan momentum penguatan bagi pasar saham Tanah Air.
Namun, investor tetap diimbau untuk mencermati perkembangan data ekonomi domestik dan dinamika geopolitik yang masih dinamis. Sektor-sektor yang berpotensi diuntungkan antara lain konsumer, energi, dan infrastruktur, seiring dengan kebijakan efisiensi energi dan stabilitas harga BBM. (**)














