DaerahGarut

Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Pakenjeng, Kodim 0611/Garut: “Ini Wujud TNI Hadir untuk Rakyat”

suradigrt
×

Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Pakenjeng, Kodim 0611/Garut: “Ini Wujud TNI Hadir untuk Rakyat”

Sebarkan artikel ini
Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Pakenjeng, Kodim 0611 Garut, Ini Wujud TNI Hadir untuk Rakyat locusonline featured image Apr 2026

[Locusonline.co] GARUT – TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0611/Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di bidang infrastruktur. Kali ini, Kodim 0611/Garut meresmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Tanjung Jaya dan Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.

Jembatan sepanjang 90 meter yang dibangun di atas Sungai Cikandang ini menjadi akses vital bagi warga kedua desa, terutama setelah jembatan lama mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak digunakan. Kehadiran jembatan ini menjadi nafas baru bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.

tempat.co

Jembatan Keempat dari Program Perintis Garuda

Pembangunan jembatan gantung di wilayah Pakenjeng ini merupakan jembatan keempat yang telah dibangun oleh Kodim 0611/Garut melalui program Jembatan Gantung Perintis Garuda. Sebelumnya, jembatan serupa telah beroperasi dan memberikan manfaat nyata di:

Lokasi SebelumnyaStatus
Kecamatan BungbulangBeroperasi
Kecamatan PameungpeukBeroperasi
Kecamatan CisurupanBeroperasi
Kecamatan PakenjengBaru diresmikan

Selain pembangunan jembatan gantung, Kodim 0611/Garut juga secara berkala membangun jembatan tipe Armco di sejumlah titik strategis lainnya sebagai penunjang mobilitas harian warga.

Spesifikasi Jembatan: Kokoh, Fungsional, dan Ramah Warga

Jembatan Gantung Perintis Garuda di Pakenjeng memiliki spesifikasi yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat pedestaan:

SpesifikasiDetail
Panjang90 meter
Lebar1,6 meter
LokasiSungai Cikandang, Desa Tanjung Jaya – Desa Tegal Gede
MaterialBaja dan kabel gantung berkekuatan tinggi
KapasitasPejalan kaki, sepeda motor, angkutan hasil pertanian

Jembatan ini dapat dilalui kendaraan roda dua, terutama untuk mengangkut hasil pertanian warga seperti sayuran, kopi, dan palawija yang selama ini terkendala akses. Selain itu, jembatan ini juga menjadi jalur utama bagi para pelajar yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah.

Dandim 0611/Garut: “TNI Hadir untuk Kemudahan Masyarakat”

Komandan Kodim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, menyampaikan bahwa kehadiran jembatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat, terutama dalam hal ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

“Adanya jembatan gantung ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas ekonomi warga, sekaligus memperlancar akses pendidikan dan layanan kesehatan. Ini adalah wujud kepedulian TNI AD, khususnya Kodim 0611/Garut, terhadap kesulitan masyarakat di wilayah binaan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Letkol Andrik juga menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari program taktis TNI AD untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di daerah terpencil, terisolasi, dan rawan bencana.

Dampak Nyata: Warga Tak Lagi Memutar Jauh

Dengan hadirnya jembatan tersebut, akses masyarakat menjadi lebih dekat dan efisien. Warga yang sebelumnya harus menempuh jarak memutar cukup jauh—kadang hingga belasan kilometer—kini dapat melintas dengan lebih mudah, cepat, dan aman.

Beberapa manfaat yang langsung dirasakan warga:

Akses ke pasar menjadi lebih singkat, mempercepat distribusi hasil pertanian
Anak-anak sekolah tidak perlu lagi memutar jalur jauh atau menyeberang sungai dengan risiko tinggi
Ibu hamil dan warga sakit dapat lebih cepat menjangkau puskesmas atau bidan desa
Aktivitas sosial antar-desa menjadi lebih intensif dan produktif

Apresiasi Masyarakat: “Kami Sudah Menunggu Bertahun-tahun”

Seorang tokoh masyarakat Desa Tanjung Jaya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada TNI. Menurutnya, jembatan lama yang rusak telah menjadi momok selama bertahun-tahun, terutama saat musim hujan.

“Dulu kalau hujan, kami tidak berani menyeberang. Arus sungai deras, jembatan tua juga sudah keropos. Sekarang dengan jembatan baru ini, kami bisa tenang. Anak sekolah pun lebih aman,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan: Masih Banyak Jembatan yang Dibutuhkan

Kodim 0611/Garut menegaskan bahwa program pembangunan jembatan akan terus berlanjut. Berdasarkan pemetaan wilayah, masih terdapat sejumlah desa di Garut Selatan dan Tenggara yang terisolasi secara musiman karena putusnya akses sungai.

Masyarakat diimbau untuk terus berkoordinasi dengan aparat kewilayahan jika terdapat akses jembatan darurat yang membutuhkan intervensi TNI.

Jembatan Gantung Perintis Garuda di Pakenjeng bukan sekadar konstruksi baja dan kabel. Ia adalah jembatan fisik sekaligus jembatan hati yang menghubungkan harapan dan kenyataan. Ia adalah bukti bahwa TNI hadir tidak hanya dalam latihan perang, tetapi juga dalam perang melawan isolasi, kemiskinan, dan keterbatasan akses.

Garut Selatan kini semakin terhubung. Dan di balik setiap langkah warga yang melintas, ada dedikasi prajurit TNI yang bekerja diam-diam untuk kemanusiaan. (**)


#JembatanPerintisGaruda #Kodim0611Garut #TNIUntukRakyat #Pakenjeng #DesaTanjungJaya #DesaTegalGede #InfrastrukturDesa #GarutSelatan #AksesPendidikan #EkonomiRakyat #JembatanGantung #TNIAD #MembangunBersamaRakyat

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow