[Locusonline.co] GARUT – Sebanyak 153 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut resmi menyelesaikan Pelatihan Dasar (Latsar) Tahun 2026. Penutupan kegiatan berlangsung khidmat di Aula UPT Balai Diklat Kependudukan dan Keluarga Berencana Garut, Jalan RSU dr. Slamet, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (4/4/2026).
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir langsung memberikan arahan sekaligus menutup secara resmi rangkaian pelatihan yang telah berlangsung beberapa pekan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan keseriusan dan dedikasi tinggi selama mengikuti proses pendidikan.
Latsar: Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Pembentukan Karakter
Bupati menegaskan bahwa Latsar ini bukan sekadar formalitas administratif atau syarat kelulusan semata. Lebih dari itu, pelatihan ini merupakan momentum krusial dalam pembentukan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlandaskan nilai-nilai BerAKHLAK – Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Tadi saya mendapatkan informasi bahwa selama masa pembelajaran, bapak ibu mendapatkan pelatihan terutama terkait dengan perubahan paradigma cara berpikir, cara bertindak, kemudian cara bicara. Ini menegaskan kembali bahwa bapak ibu semua sudah mengalami transformasi dari seorang biasa menjadi Aparatur Sipil Negara, menjadi PNS,” ungkapnya.
| Nilai BerAKHLAK | Makna |
|---|---|
| Berorientasi Pelayanan | Mengutamakan kepuasan masyarakat |
| Akuntabel | Bertanggung jawab atas setiap tindakan |
| Kompeten | Terus belajar dan meningkatkan kemampuan |
| Harmonis | Menjaga kerukunan dan kerja sama |
| Loyal | Setia kepada bangsa dan negara |
| Adaptif | Cepat menyesuaikan dengan perubahan |
| Kolaboratif | Bekerja sama lintas sektor |
ASN: Pelayan Masyarakat, Bukan Dilayani
Bupati mengingatkan bahwa menjadi PNS adalah cita-cita yang dipilih secara sadar oleh para peserta. Oleh karena itu, tanggung jawab untuk melayani masyarakat harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan tidak boleh disia-siakan.
“PNS atau ASN saat ini adalah pelayan masyarakat, bukan dilayani. Kita adalah public services. Serve, not to be served – melayani, bukan untuk dilayani. Saya selalu sampaikan kepada bapak ibu semua, tolong kita itu dibayar untuk melayani masyarakat,” lanjutnya.
Pernyataan ini menjadi penguatan paradigma bahwa birokrasi saat ini telah berubah. Tidak ada lagi ruang bagi ASN yang bersikap feodal, lamban, atau arogan. Masyarakat adalah raja, dan ASN adalah pelayan yang siap sedia memberikan pelayanan terbaik.
Peran ASN: Pelaksana Kebijakan dan Perekat Bangsa
Selain sebagai pelayan publik, Bupati Garut menekankan peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik. Ia mengajak seluruh peserta untuk menyamakan visi, misi, dan aksi guna mendukung program pembangunan di Kabupaten Garut.
ASN juga memiliki tanggung jawab sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berubah, ASN harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan.
153 Peserta, 5 Angkatan, Kurikulum Komprehensif
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, melaporkan bahwa pelatihan tahun ini diikuti oleh total 153 peserta yang terbagi dalam Angkatan 1 hingga 5. Para peserta telah melalui berbagai tahapan pembelajaran yang komprehensif, meliputi:
✅ Pembelajaran mandiri – Studi individu berbasis modul
✅ Pembelajaran jarak jauh (distance learning) – Materi interaktif via daring
✅ Habituasi – Pembiasaan nilai-nilai BerAKHLAK di lingkungan kerja
✅ Praktik dan simulasi – Penerapan langsung di lapangan
Kristanti merinci bahwa kurikulum pelatihan dirancang untuk menyentuh dua aspek utama:Aspek Fokus Pembentukan Karakter Sikap bela negara, core value BerAKHLAK, etika ASN Penguatan Kompetensi Teknis administrasi, substansi bidang tugas, kebijakan publik
“Melalui kurikulum yang disusun dan materi yang disampaikan tersebut, diharapkan dapat mewujudkan terbentuknya pegawai negeri sipil profesional yang berkarakter, berlandaskan core value ASN dalam melaksanakan tugas dan jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, dan perekat pemersatu bangsa,” pungkas Kristanti.
Harapan ke Depan: ASN Garut Profesional dan Berintegritas
Dengan berakhirnya Latsar CPNS 2026, para peserta kini resmi menyandang status sebagai Aparatur Sipil Negara yang siap mengabdi kepada masyarakat. Bupati berharap mereka dapat langsung memberikan kontribusi nyata di unit kerja masing-masing.
Latsar bukanlah akhir, tetapi awal dari pengabdian yang panjang. Selamat bertugas, ASN Garut. Jadilah pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, dan penuh dedikasi. Bangun Garut bersama, untuk Indonesia yang lebih baik.
#LatsarCPNS2026 #BupatiGarut #ASNGarut #BerAKHLAK #PelayanMasyarakat #TransformasiASN #BKDGarut #CPNSGarut #GarutHebat #PelayananPublik #PemersatuBangsa #ReformasiBirokrasi













