EkonomiNasionalNewsPemerintah

APBN Defisit Rp240,1 Triliun Kuartal I 2026, Menkeu Purbaya: “Tenang, Ini Memang Dirancang Tekor”

bhegins
×

APBN Defisit Rp240,1 Triliun Kuartal I 2026, Menkeu Purbaya: “Tenang, Ini Memang Dirancang Tekor”

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image 7oatnd7oatnd7oat
Gambar Ilustrasi Generated by Gemini AI

LOCUSonline, JAKARTA – Kabar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tekor Rp240,1 triliun pada kuartal I 2026 mungkin terdengar mengejutkan bagi publik. Namun bagi pemerintah, ini bukan alarm bahaya melainkan bagian dari “desain”.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa defisit tersebut merupakan hal yang normal, bahkan sudah direncanakan sejak awal.

tempat.co

“Kalau ada defisit, jangan kaget. Memang anggaran kita didesain defisit,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Pernyataan ini secara satir bisa dibaca sebagai pengingat: dalam pengelolaan keuangan negara, minus bukan selalu masalah kadang itu sebuah strategi.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan hingga 31 Maret 2026, belanja negara mencapai Rp815 triliun, melonjak 31,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pendapatan negara berada di angka Rp574,9 triliun, naik 10,5 persen.

Dengan kata lain, pengeluaran berlari lebih cepat, sementara pemasukan masih mencoba menyusul dari belakang.

Defisit sebesar Rp240,1 triliun itu setara dengan 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sisi pendapatan, penerimaan perpajakan menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp462,7 triliun. Rinciannya:

  • Pajak: Rp394,8 triliun
  • Kepabeanan dan cukai: Rp67,9 triliun

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menyumbang Rp112,1 triliun, dan hibah tercatat Rp100 miliar.

Di sisi lain, belanja negara didominasi oleh belanja pemerintah pusat sebesar Rp610,3 triliun, dengan rincian:

  • Belanja kementerian/lembaga: Rp281,2 triliun
  • Belanja non-kementerian/lembaga: Rp329,1 triliun

Adapun transfer ke daerah mencapai Rp204,8 triliun.

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, defisit terjadi karena pola belanja yang dirancang merata sepanjang tahun, sementara penerimaan bersifat dinamis.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow