Melihat kondisi inflasi ini, penting sekali memiliki kemandirian dan ketahanan pangan terutama beras. Pada 1984, Indonesia pernah mencatatkan sejarah dengan swasembada pangan karena berhasil memproduksi beras hingga 27 juta ton, sedangkan konsumsi beras dalam negeri sebanyak 25 juta ton.
Namun, setelah itu, swasembada pangan menjadi hal yang ingin diraih Indonesia kembali. Ketika mencapai swasembada pangan, pemerintah dan masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan pasokan beras.
Untuk itu, dibutuhkan inovasi dan langkah konkrit untuk memaksimalkan produksi padi dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian karena lahan pertanian sudah semakin menyusut dari masa ke masa.
Seiring berjalannya waktu, sejumlah lahan pertanian telah beralih fungsi antara lain menjadi lahan permukiman dan industri. Sementara itu, pertumbuhan penduduk terus meningkat, bahkan pada 2024 tercatat ada sekitar 279 juta jiwa. Ini berarti kebutuhan pangan pun meningkat seiring bertambahnya penduduk Indonesia.
Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (ST2023), jumlah usaha pertanian di Indonesia pada 2023 tercatat sebanyak 29.360.833 unit usaha yang didominasi oleh Usaha Pertanian Perorangan (UTP) sebanyak 29.342.202 unit atau 99,94 persen.
Salah satu upaya peningkatan produktivitas pertanian secara signifikan yang dilakukan Kementerian Pertanian adalah dengan optimasi lahan rawa untuk meningkatkan kemandirian pangan. Sebanyak 81 ribu hektare lahan rawa di Kalimantan Tengah dialokasikan pemerintah untuk dioptimasi sebagai langkah meningkatkan produktivitas padi.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues










