Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi risiko banjir atau genangan air yang bisa merusak tanaman pertanian.
Benih-benih berkualitas telah dihasilkan oleh para penemu dan peneliti dalam negeri. Benih yang tahan iklim diharapkan juga dapat diciptakan untuk mengantisipasi perubahan iklim. Optimalisasi lahan pertanian pun perlu ditingkatkan.
Insentif benih gratis juga diberikan kepada petani yang mau melakukan perluasan. Selain itu, pemerintah meningkatkan jumlah anggaran pupuk sebesar Rp14 triliun agar petani tidak perlu khawatir akan ketersediaan pupuk. Pupuk subsidi pun ditambah dari yang volumenya sebanyak 4,7 juta ton agar menjadi 7,5 juta ton.
Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, swasembada pangan menjadi solusi jangka panjang sehingga harga beras bisa terkendali dan ketersediaan pasokan terus terjamin.
Jika mampu memproduksi beras sendiri guna memenuhi kebutuhan domestik, maka harga beras akan lebih mudah terjaga. Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat melalui produksi domestik, menjadi kunci penting dalam memastikan suplai atau stok beras aman bagi masyarakat.
Selain swasembada beras melalui peningkatan produksi beras, upaya berikutnya untuk mengendalikan harga beras adalah memastikan kelancaran distribusi beras. Jika distribusi beras di luar Jawa terlambat, maka itu akan berpotensi untuk meningkatkan harga beras.
Biaya transportasi juga harus dijaga karena tingginya biaya transportasi akan berpengaruh pada kenaikan harga komoditas juga.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues










