“Kalau semua kebutuhan internet dan TV berlangganan semua karyawannya mungkin bisa mencapai sebesar itu,” ujar Bakti dengan nada sinis.
Saat ditanya SKPD mana, GLMPK masih belum menyampaikan dengan jelas. Pria pelontos dengan badan kekar tersebut hanya memperlihatka dokumen dengan menutup bagian nama SKPDnya.
“Kalau nama SKPD atau Dinas mana, nanti kalau sudah waktunya dibuka. Kalau sekarang belum waktunya, saya khawatir akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang memiliki kewenangan mengundang kepala dinasnya dan pasti dalam surat undangan itu akan disuruh membawa dokumen yang berkaitan, lalu damai. Seperti contoh kasus dugaan korupsi Joging Track yang jelas saja ada hasil audit tetapi damai dengan cukup mengembalikan, padahal itu dasarnya ada laporan masyarakat bukan temuan Inspektorat,”
GLMPK menuding, Kabupaten Garut ini memang surganya bagi para oknum pejabat yang korup, karena fakta yang terjadi baru-baru ini, sepertinya oknum koruptor bisa bernegosiasi dengan oknum APH.
“Begitupun dengan oknum APH akan dianggap lemah ketika bertugas di Kabupaten Garut. Karena jika ketahuan korupsi kemungkinan hanya akan diminta untuk mengembalikan kerugian negara saja, setelah itu bebas. Dan terduga koruptor pun akan tertawa terbahak-bahak melihat sikap oknum APH yang seperti itu,” jelasnya.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues