LOCUSONLONE, JAKARTA – Ketika diplomasi luar negeri buntu dan atletik kerap jadi alat politik, pemerintah kembali menggantung harapan pada jurus silat untuk mencitrakan kehebatan bangsa. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, resmi mendukung hajatan internasional bertajuk Kasundan International Silat Camp (KISC) 2025 — sebuah panggung silat berbalut budaya yang akan digelar di Garut, Jawa Barat, 1–8 Agustus mendatang. jumat, 11 Juli 2025
Alih-alih membenahi infrastruktur olahraga yang compang-camping dan pembinaan atlet yang tertatih, Kemenpora memilih jalan penuh makna: silat dijadikan juru bicara budaya bangsa.
“Ini bukan sekadar ajang latihan, ini diplomasi dalam bentuk tendangan dan sapuan,” kata Wamenpora dengan penuh semangat, seolah semua masalah pemuda bisa ditangkal dengan kuda-kuda yang kuat.
KISC 2025 digadang-gadang sebagai ajang lintas negara untuk mengenalkan pencak silat dan budaya lokal ke panggung global. Praktisi dan penggemar silat dari berbagai belahan dunia dijadwalkan berkumpul di kaki gunung Garut, mengikuti pelatihan, pertunjukan seni, dan wisata budaya. Tema kegiatan? “Ulin, Ulik, Usik” — kombinasi antara bermain, menggali, dan mengusik — seakan menyindir betapa negara pun masih gemar bermain-main dengan agenda budaya.
Baca Juga :
KKN: Ketika Mahasiswa Jadi Solusi Imajiner untuk Masalah Nyata yang Tak Lagi Butuh Mereka
Cecep Arif Rahman, aktor laga yang kini menjelma jadi duta bela diri, menyampaikan rasa terima kasih atas restu pemerintah.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”