Tak mau ketinggalan panggung, Anggota DPRD Luqi Farindani pun muncul dengan tepuk tangan dan apresiasi. Ia menjanjikan dukungan legislatif, tentu “dengan menyesuaikan kebutuhan Bupati”—yang bisa berarti apa saja, termasuk tidak terbentuknya KPAD bila dana habis di baliho dan proyek paving block.
“Visi Misi Garut Hebat,” katanya menutup, menyematkan kalimat magis yang sering jadi penutup manis untuk program yang belum tentu jalan.
Sementara rapat ditutup dengan sesi foto bersama, anak-anak di luar sana masih bergelut dengan kekerasan rumah tangga, eksploitasi pekerja anak, hingga perundungan di sekolah. Tapi tenang saja—komitmen untuk melindungi mereka sedang “diproses”.
Dari Garut, tempat di mana anak-anak menunggu perlindungan yang datang setelah konferensi pers dan sesi tanda tangan MoU. (Nuroni)

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”