Baca Juga : BGN & Bappenas “Geruduk” Garut Bedah Program Makan Bergizi Gratis, Cari Masalahnya di Lapangan
Ribuan guru hadir memenuhi alun-alun. Beberapa membawa piala, beberapa lainnya membawa pengalaman panjang tanpa panggung, tanpa piagam namun tetap hadir karena profesi ini memang bukan untuk yang mudah menyerah.
Berikut daftar panjang penerima penghargaan HGN Garut 2025. Mulai dari reviewer buku, future leader, pamong belajar transformatif, hingga guru yang meraih prestasi internasional. Ada pula tiga guru yang menerima penghargaan “berdedikasi tinggi” karena tak pernah masuk PPPK akibat usia pensiun. Penghormatan yang sekaligus menjadi pengingat bahwa dedikasi tidak selalu dibarengi dengan kepastian karier.
Meski demikian, rangkaian penghargaan ini tak mengurangi pesan Bupati momentum harus dijaga demi Indonesia yang kuat. Sebuah harapan yang, seperti biasa, dititipkan kepada guru profesi yang sejak dulu tidak pernah mendapat libur dari tuntutan moral bangsa.
Upacara selesai, penghargaan dibagikan, foto bersama diabadikan. Namun esok hari, para guru kembali ke kelas masing-masing: mengajar, membimbing, mengisi administrasi, menyusun perangkat, dan berjuang menyulap segala keterbatasan menjadi cahaya. Sebab seperti kata Bupati: masa depan bangsa ada di tangan mereka.
Sementara pemerintah? Masih di tangan janji.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











