Baca Juga : Jejak Sunyi BLTS Desa Sanding: 201 Penerima, Banyak Cerita yang Tak Tercatat
Garut 3.107 km², Tapi Solusi Masih 3 Paragraf
Dengan wilayah luas dan populasi 2,8 juta jiwa, Bupati berharap acara ini tidak hanya berhenti di ballroom. Harapan yang sama sudah diucapkan tahun lalu, dan tahun sebelumnya, dan tahun sebelumnya lagi. Longsor tetap terjadi. Jalan desa tetap retak. Relokasi tetap wacana. Yang berubah hanya lokasi ballroom dan warna spanduk kegiatan.
Para pejabat bicara soal strategi komprehensif, kolaborasi lintas sektor, dan mitigasi berkelanjutan istilah yang terdengar akademis tapi sering menguap setelah acara ditutup. Strategi di lapangan biasanya berakhir pada pemasangan karung pasir dan doa bersama.
Pesan Penutup: Longsor Jangan Datang Dulu, Kami Masih Rapat
Bupati menutup acara dengan imbauan agar kegiatan ini menjadi langkah awal kesadaran masyarakat soal bencana gerakan tanah. Langkah awal? Padahal daerah rawan longsor di Garut sudah dipetakan sejak bertahun-tahun.
Sementara itu masyarakat di kecamatan rawan bencana masih menunggu langkah lanjutan bukan seminar, bukan sosialisasi, tapi tebangan liar dihentikan, drainase dibangun, tebing diperkuat, dan area permukiman ditata ulang.
Ballroom boleh adem, tapi tanah Garut tidak dan seperti biasa musim hujan akan datang lebih dulu daripada tindak lanjut pemerintah.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










