LOCUSONLINE, GARUT – Musim libur akhir tahun kembali membuktikan satu hal klasik di Kabupaten Garut: wisata ramai, jalan megap-megap. Arus kendaraan roda dua dan roda empat memadati jalur utama menuju destinasi wisata, Minggu, seolah seluruh warga dan wisatawan sepakat menguji kesabaran aspal Garut secara serentak.
Kawasan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, menjadi salah satu titik favorit kepadatan. Polisi pun kembali mengeluarkan jurus andalan sistem satu arah. Kepala Polres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto membenarkan lonjakan arus kendaraan yang membuat jalur wisata harus “diatur ulang” demi mencegah kemacetan berubah jadi parkiran massal.
“Rekayasa lalu lintas satu arah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan dan memastikan arus kendaraan tetap lancar serta aman,” ujar Yugi, menandai bahwa libur panjang selalu datang bersama skenario lalu lintas darurat.
Baca Juga : Kok Bisa PUPR Garut Salah Alamat: Jalan Tutugan Rusak, Aspal Mendarat di Ciburial
Menurut data kepolisian, kendaraan yang masuk ke kawasan Cipanas terdiri dari 2.003 sepeda motor, 3.482 mobil, dan 46 unit bus. Angka yang cukup untuk menjelaskan kenapa jalur wisata Garut terasa lebih sempit dari biasanya, meski lebarnya tak pernah berubah sejak bertahun-tahun lalu.
Kasat Lantas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi menambahkan, bukan hanya Cipanas yang penuh sesak. Jalur wisata Samarang menuju Darajat, Pasirwangi, hingga rute selatan Garut menuju pantai, ikut kebagian kepadatan. Jalur ke Taman Wisata Alam Gunung Papandayan bahkan sempat diwarnai antrean panjang di pintu masuk.
“Pengamanan dilakukan melalui patroli untuk menjamin kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan,” katanya.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












