“Hari pertama kerja tahun 2026 pun dibuka dengan pesan implisit, kalender boleh aktif, kantor boleh buka, tapi birokrasi Garut tampaknya masih menekan tombol snooze.”
LOCUSONLINE, GARUT – Jumat (2/1/2026) resmi menjadi hari pertama kerja di tahun 2026. Bukan hari libur nasional, bukan cuti bersama. Namun pemandangan di sejumlah perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut justru lebih mirip suasana long weekend yang kepanjangan.
Di lingkungan Sekretariat Daerah tempat Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah berkantor suasana tampak lengang. Lapangan Setda yang biasanya penuh kendaraan dinas hanya diisi segelintir mobil. Sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kawasan tersebut pun terlihat sepi, seolah tahun baru masih berlaku untuk semua.
Fenomena ini terjadi di tengah istilah klasik birokrasi: “harpitnas” atau hari kejepit nasional,hari kerja yang secara kalender aktif, tapi secara mental masih libur.
Kepala Inspektorat Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, mengakui bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian pengawasan kepegawaian.
“Harusnya ada sidak kepegawaian memang karena harpitnas,” ujar Didit melalui aplikasi pesan, Jumat pagi.
Baca Juga : Sejarah Dirangkum, Bangsa Diringkas: Indonesia Cukup 10 Jilid untuk Ingat Masa Lalu?
Namun hingga pagi menjelang siang, sidak yang diharapkan publik belum juga terlihat. Yang terlihat justru kantor-kantor sunyi, parkiran lengang, dan kursi-kursi ASN yang tampak sedang work from rumah tanpa pengumuman resmi.
Melansir berita bandung.compas.com, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, Kristanti Wahyuni, menyatakan pihaknya tengah melakukan pemantauan kehadiran ASN di lapangan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












