ArtikelDaerahGarutJawa BaratNewsViral

Konten Jalan Rusak Bikin Panas: Warga Kena Intimidasi, Bupati Garut Baru “Ngeh” Setelah Viral

bhegins
×

Konten Jalan Rusak Bikin Panas: Warga Kena Intimidasi, Bupati Garut Baru “Ngeh” Setelah Viral

Sebarkan artikel ini
Bupati garut hari ini
Bupati Garut Abdussy Syakur Amin buka suara terkait isu warga Kabupaten Garut diduga mendapat intimidasi dari keluarga kepala desa setempat. (Beritasatu.com/Hendrick Prima)
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

“kamera ponsel kembali terbukti lebih ampuh dari proposal musrenbang. Jalan rusak boleh menahun, tapi konten viral tetap jadi akses tercepat menuju perhatian pemerintah.”

LOCUSONLINE, GARUT – Di Garut, jalan rusak ternyata belum cukup untuk menggerakkan negara. Harus viral dulu, baru pejabat turun suara. Sebuah video intimidasi terhadap warga di Desa Pangalih, Kecamatan Cisewu, akhirnya membuat Pemkab Garut angkat kepala bukan ke lapangan, tapi ke layar ponsel.

tempat.co

Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang warga diduga mendapat intimidasi dari keluarga kepala desa setelah mengunggah konten kondisi jalan rusak di wilayahnya. Rekaman tersebut langsung menyedot perhatian publik dan memaksa Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memberikan respons.

Abdusy mengaku telah menonton video itu dan menilai terdapat persoalan sosial yang perlu segera ditangani. Pemerintah Kabupaten Garut, kata dia, akan memanggil seluruh pihak terkait untuk dilakukan mediasi.

“Sudah kami lihat videonya dan memang ada potensi masalah di sana. Tahun ini sebenarnya sudah ada tiga titik pembangunan di Kecamatan Cisewu, termasuk wilayah Pangalih,” ujar Abdusy, Senin (5/1/2026).

Pemkab Garut menegaskan bahwa kondisi jalan rusak di Cisewu sejatinya bukan hal baru bagi pemerintah daerah. Bahkan, menurut Abdusy, anggaran perbaikan infrastruktur telah disiapkan melalui program door to door (D2D) yang akan direalisasikan pada 2026.

Baca Juga : GLMPK: Pupuk Disubsidi Negara Untungnya di Panen Duluan, Petani Menderita

Namun, di balik janji pembangunan itu, Abdusy justru menyinggung soal “cara penyampaian” warga yang dianggap memicu emosi pihak tertentu. Meski begitu, ia menekankan bahwa dugaan intimidasi tetap tidak dapat dibenarkan.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow