Hampir Rp4,2 triliun tunai siap dibagikan oleh ADRO kepada para pemegang sahamnya. Di tengah imbal hasil deposito yang menyusut, yield mendekati 8% ini bukan sekadar angin segar, melainkan tantangan langsung terhadap instrumen tradisional.
[Locusonline.co] Setelah mengumumkan rencana dividen interim senilai USD 250 juta, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) akhirnya memberikan kepastian kepada pasar. Perusahaan secara resmi menetapkan kurs konversi yang menjadi dasar pembayaran dividen tunai interim untuk tahun buku 2025.
ADRO akan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 2 Januari 2026, yaitu Rp16.720 per dolar AS, untuk mengonversi dividen tersebut. Penetapan ini menghasilkan nilai dividen sebesar Rp145,14 per saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham.
Dengan total 28,8 miliar saham beredar, nilai keseluruhan dividen yang akan dicairkan mencapai Rp4,18 triliun. Menilik kinerja keuangan hingga September 2025 di mana laba bersih ADRO tercatat USD 301,58 juta dengan saldo laba ditahan mencapai USD 3,32 miliar, kapasitas perusahaan untuk membagikan dividen ini dinilai sangat kuat dan tidak berdampak signifikan pada kondisi keuangannya.
Jadwal Lengkap dan Mekanisme Pembagian Dividen
Untuk mendapatkan hak dividen ini, investor perlu memahami jadwal penting yang telah ditetapkan. Tanggal recording date (penentuan daftar pemegang saham) adalah 2 Januari 2026, dan pembayaran dividen akan dilakukan pada 15 Januari 2026.
Namun, yang lebih krusial adalah tanggal cum dan ex-dividend, yang berbeda antara pasar reguler/negosiasi dan pasar tunai:
- Pasar Reguler & Negosiasi: Cum dividend 29 Desember 2025, Ex dividend 30 Desember 2025.
- Pasar Tunai: Cum dividend 2 Januari 2026, Ex dividend 5 Januari 2026.
Investor yang membeli saham pada atau setelah tanggal ex-dividend tidak akan berhak menerima dividen interim kali ini.
Yield Menggiurkan di Atas 7,5%: Analisis Daya Tarik Investasi
Pembagian dividen ini langsung menarik perhatian pasar karena imbal hasil (yield) yang ditawarkan sangat kompetitif. Dengan asumsi harga saham ADRO di kisaran Rp1.820 – Rp1.850, yield dividen interim ini diperkirakan berada pada rentang 7,8% hingga 7,97%.
Perbandingan Yield dan Implikasinya bagi Investor
Berikut tabel perbandingan yield dividen ADRO dengan instrumen investasi pendapatan tetap lainnya:Instrumen Investasi Perkiraan Imbal Hasil (Yield) Keterangan & Implikasi Dividen Interim ADRO 7.8% – 7.97% Yield tinggi, mencerminkan kinerja kuat dan komitmen bagi hasil perusahaan. Menawarkan potensi pendapatan pasif yang signifikan. Deposito Bank Umum Sekitar 2% – 3% Yield lebih rendah namun dianggap lebih aman (dijamin LPS). Perbedaan yang besar membuat dividen ADRO menjadi alternatif yang menarik bagi investor yang berani mengambil risiko lebih untuk return lebih tinggi. Saham Blue-Chip Lain Bervariasi, rata-rata di bawah 5% Yield ADRO termasuk sangat menarik di kelasnya, berpotensi meningkatkan minat investor, khususnya yang berorientasi pendapatan (income investor).
Yield setinggi ini, yang jauh melampaui rata-rata bunga deposito perbankan, menempatkan ADRO sebagai salah satu pilihan menarik bagi investor yang mencari arus kas dari portofolionya di awal tahun 2026. Dividen interim juga kerap dipandang sebagai sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap kondisi arus kas dan prospek bisnis perusahaan dalam jangka pendek.
Dampak dan Pertimbangan bagi Investor
Pengumuman ini memberikan kejelasan yang telah dinantikan pasar. Dalam jangka pendek, saham ADRO biasanya akan mengalami pergerakan spesifik terkait momen dividen. Investor yang membeli sebelum cum date berhak mendapatkan dividen, sementara harga saham secara teoritis akan disesuaikan turun sebesar nilai dividen pada tanggal ex-dividend.
Bagi investor jangka panjang, keputusan ADRO membagikan dividen interim dengan nilai sebesar ini, didukung fundamental keuangan yang solid, memperkuat citra ADRO sebagai emiten yang peduli pada pemegang saham (shareholder-friendly). Ini sejalan dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Namun, investor juga perlu memperhatikan bahwa dividen ini bersumber dari kinerja sembilan bulan pertama 2025 (hingga 30 September). Meski fundamental kuat, kinerja triwulan IV 2025 dan prospek tahun 2026 akan menjadi penentu keberlanjutan kebijakan dividen di masa datang. Siklus harga komoditas dan kondisi pasar global tetap menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.
Secara keseluruhan, pengumuman kurs konversi dan nilai pasti dividen ini menjadi katalis positif yang mengonfirmasi kapasitas dan komitmen ADRO. Bagi pemegang saham, ini adalah realisasi imbal hasil yang nyata. Bagi calon investor, yield yang menarik dapat menjadi pertimbangan untuk memasukkannya dalam portofolio, meski tentu dengan tetap mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. (**)














