Sukabumi

Jawa Barat Punya ‘Simpanan’ Sawit 15 Ribu Hektare, Sukabumi Rajanya, Garut Menyusul

rakyatdemokrasi
×

Jawa Barat Punya ‘Simpanan’ Sawit 15 Ribu Hektare, Sukabumi Rajanya, Garut Menyusul

Sebarkan artikel ini
Jawa Barat Punya Simpanan Sawit 15 Ribu Hektare, Sukabumi Rajanya, Garut Menyusul locus online featured image
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co] – Ketika bicara komoditas kelapa sawit, pikiran langsung tertuju pada provinsi raksasa penghasil seperti Riau, Sumatera Utara, atau Kalimantan Tengah dengan jutaan hektare kebunnya. Namun, siapa sangka bahwa Jawa Barat (Jabar) yang dikenal dengan sektor pariwisata, tekstil, dan pertanian hortikultura, ternyata juga memiliki kontribusi dalam peta produksi sawit nasional. Meski skalanya tidak mendominasi, komoditas ini punya cerita dan peran ekonomi tersendiri bagi daerah.

Berdasarkan data statistik terkini dari asosiasi petani, total luas perkebunan kelapa sawit di Jawa Barat mencapai 15.764 hektare. Dari luasan tersebut, dihasilkan sekitar 43.493 ton Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Angka ini tentu jauh di bawah capaian provinsi penghasil utama, tetapi ia menegaskan satu hal: industri sawit di Jabar tetap hidup dan menjadi sumber penghidupan bagi petani serta penyumbang PDRB sektor perkebunan.

tempat.co

Data lain dari akun Instagram @jabarstats pada 2024 menunjukkan angka produksi yang lebih besar, yaitu 218.807 ton yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Perbedaan angka ini mungkin mencakup perhitungan yang lebih luas (seperti TBS – Tandan Buah Segar) atau periode dan metode penghitungan yang berbeda. Namun, kedua data mengonfirmasi satu pola yang sama: persebarannya tidak merata dan terkonsentrasi di beberapa wilayah.

Sukabumi: Ibu Kota Sawit Jawa Barat

Sukabumi Ibu Kota Sawit Jawa Barat

Dari peta persebaran, Kabupaten Sukabumi jelas-jelas menjadi pusat utama. Dengan luas lahan sekitar 6.526 hektare (menurut data @jabarstats), Sukabumi mampu memproduksi hingga 99.448 ton—hampir separuh dari total produksi provinsi. Posisinya sebagai produsen terbesar menunjukkan bahwa iklim dan geografi sebagian wilayah Sukabumi mendukung budidaya komoditas ini, menjadikannya lokomotif perkebunan sawit di Jabar.

Pemain Penting Lainnya: Garut, Bogor, dan Cianjur

Di belakang Sukabumi, terdapat beberapa kabupaten yang juga punya andil signifikan:

  • Kabupaten Garut mencatat luas sekitar 3.701 hektare dengan produksi 25.697 ton.
  • Kabupaten Bogor, dengan luas serupa 3.692 hektare, justru menghasilkan 53.471 ton, menunjukkan produktivitas yang mungkin lebih tinggi.
  • Kabupaten Cianjur, meski hanya memiliki 868 hektare, berhasil memproduksi 20.043 ton, yang mengindikasikan pengelolaan intensif atau kebun yang telah memasuki usia produktif puncak.

Daerah-daerah ini membuktikan bahwa meski Jabar bukan provinsi sentra sawit, kontribusi lokalnya cukup berarti bagi perekonomian kabupaten masing-masing.

Beberapa wilayah lain tercatat memiliki perkebunan dalam skala lebih kecil namun tetap beroperasi, seperti Subang (1.032 ha), Pangandaran (81 ha), Tasikmalaya (17 ha), dan Kota Banjar (2 ha). Keberadaan mereka menunjukkan bahwa sawit adalah salah satu pilihan komoditas perkebunan di berbagai kondisi lahan di Jabar, meski hanya sebagai usaha sampingan atau pengisi niche.

Keberadaan perkebunan kelapa sawit di Jawa Barat menghadapi tantangan dan peluang unik. Di satu sisi, tekanan alih fungsi lahan untuk permukiman dan industri sangat tinggi. Di sisi lain, dengan luasan yang terbatas, ada peluang untuk mengembangkan model perkebunan sawit berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi, seperti sertifikasi ISPO atau pengembangan produk turunan khusus (specialty palm oil) untuk pasar niche.

Selain itu, konsentrasi produksi di Sukabumi dan sekitarnya membuka peluang untuk pengembangan klaster industri pengolahan sawit skala kecil-menengah yang dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan nilai ekonomi di tingkat daerah.

Produksi sawit jawa barat

Data-data tersebut mengoreksi anggapan bahwa Jawa Barat sepenuhnya absen dari peta sawit Indonesia. Meski hanya menyumbang porsi sekitar 0,1% dari total luas kebun sawit nasional (yang mencapai di atas 16 juta hektare), keberadaannya penting secara sosial-ekonomi bagi ribuan petani dan keluarganya. Potensi sawit Jabar adalah contoh dari kekayaan agroindustri daerah yang beragam, di mana selain menjadi penyangga pangan, juga memiliki komoditas perkebunan yang memiliki nilai pasar tetap. Keberlanjutan dan optimalisasinya ke depan memerlukan pendekatan yang tepat, mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan pasar. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow