Baca Juga : Tambang Ditutup, Alam Sementara Selamat: Garut Digeledah, Izin Baru Dicari
Pemerintah berharap KopDes Merah Putih dapat menjadi motor ekonomi desa, mirip peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun di lapangan, para perangkat desa kini harus memutar otak mengelola sisa anggaran yang jauh lebih terbatas untuk kebutuhan pembangunan lainnya.
Dengan jumlah desa mencapai 421, tantangan pengelolaan Dana Desa di Garut kian terasa. Di sisi lain, kebijakan ini juga dinilai membawa “efek samping positif” risiko penyalahgunaan Dana Desa diyakini berkurang, karena dana yang benar-benar dikelola langsung oleh desa kini jauh lebih kecil.
Seorang kepala desa di Garut yang enggan disebutkan namanya mengakui bahwa informasi pemotongan Dana Desa sudah diterima. Meski dana yang masuk ke rekening desa menyusut, ia menyebut anggaran tersebut sejatinya berubah bentuk menjadi aset desa berupa gedung koperasi.
Singkatnya, Dana Desa boleh mengecil, tapi bangunan tetap menjulang. Desa kini belajar satu hal baru: tak semua uang hilang, sebagian hanya berganti rupa dari saldo rekening menjadi tembok KopDes Merah Putih.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










