ArtikelBencanaDaerahGarutNews

Tanah Bergerak, Sekolah Menyingkir: Murid Banjarwangi Belajar di Tenda Sambil Menunggu Kajian Selesai

bhegins
×

Tanah Bergerak, Sekolah Menyingkir: Murid Banjarwangi Belajar di Tenda Sambil Menunggu Kajian Selesai

Sebarkan artikel ini
ChatGPT Image 17 Jan 2026, 13.48.55
Gambar Iluistrasi Ai

Baca Juga : Babak Baru Dugaan Korupsi BOP Pimpinan DPRD Garut dan Pokir, Pelapor Siap Ajukan Praperadilan ke Polres Garut

BPBD juga mengaku telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membahas rencana pembangunan kembali atau relokasi sekolah, tentu saja setelah rekomendasi teknis dari PVMBG keluar dan dibaca bersama.

tempat.co

Guru MI Darul Hikmah, Siti Saadah, menyebutkan bahwa memaksakan belajar di ruang kelas yang retak bukanlah pilihan rasional. Risiko keselamatan dianggap terlalu besar dibandingkan manfaat mempertahankan suasana “sekolah normal”.

“Bangunan sudah rusak. Kalau dipaksakan, murid dan guru takut. Itu berisiko, jadi terpaksa belajar di tenda,” katanya.

Namun, ia mengakui pembelajaran di tenda darurat tidak berjalan optimal. Keterbatasan fasilitas, kondisi lingkungan, hingga cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dalam menyampaikan materi.

Keluhan serupa datang dari murid. Adil, salah satu siswa, mengaku kesulitan berkonsentrasi karena suasana belajar yang panas, becek saat hujan, dan bising akibat lalu lintas kendaraan. Kondisi makin rumit karena seluruh siswa, dari jenjang PAUD hingga kelas VI, harus belajar bersama dalam satu tenda.

“Tidak nyaman. Panas, berisik, kalau hujan becek. Semua siswa juga disatukan,” ujarnya.

Sementara kajian masih berjalan dan laporan teknis dinanti, murid-murid Banjarwangi belajar dengan realitas baru: memahami pelajaran di bawah tenda, sambil berharap tanah segera berhenti bergerak dan keputusan tak ikut berlarut-larut.*****

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow