“Saya mohon ini jadi perhatian kita semua. Jangan sampai tidak terealisasi,” ujarnya, dengan nada yang terdengar lebih sebagai peringatan dini daripada sekadar arahan rutin.
Baca Juga : Kulit Garut Mau Jadi Italia, Limbahnya Dikejar Zaman: Pemerintah Datang Bawa Mesin dan Janji
Menariknya, dalam apel tersebut, Sekda juga menyinggung media sosial sebagai indikator baru penilaian publik terhadap kinerja pemerintah. Ia mengingatkan ASN agar tidak menutup mata terhadap isu-isu yang viral di ruang digital, karena kelambanan respons bisa berujung pada penilaian publik yang lebih cepat dari laporan resmi.
“Kalau viral tidak bisa diminimalisir, setidaknya kita harus responsif. Jangan diam,” katanya, seraya mengisyaratkan bahwa kecepatan klarifikasi kini sama pentingnya dengan kecepatan realisasi program.
Di sela apel, Nurdin Yana menyerahkan penghargaan kepada 28 pemuda berprestasi dan 3 relawan PMI Kabupaten Garut atas kontribusi mereka di bidang kepemudaan dan kemanusiaan. Di tengah arahan serius soal kinerja dan viralitas, momen ini menjadi pengingat bahwa masih ada kerja sunyi yang berjalan tanpa sorotan kamera.
Menutup arahannya, Sekda Garut berharap seluruh instruksi pimpinan baik yang tertuang dalam kebijakan maupun yang disampaikan secara lisan diterjemahkan secara utuh oleh ASN. Tujuannya satu yaitu target pembangunan tercapai, reputasi daerah terjaga, dan pemerintah tidak terus-menerus kalah cepat dari linimasa media sosial.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












