“Reses di Desa Kandang Mukti pun menjadi pengingat bahwa ketika aspirasi warga dicatat, dipetakan, dan dimasukkan ke sistem, pembangunan punya peluang lebih besar untuk benar-benar berpihak. Bukan sekadar janji, tapi baris angka dalam APBD 2027.”
LOCUSONLINE, GARUT – Reses Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, di Desa Kandang Mukti, Kecamatan Leles, Senin (19/1/2026), kembali membuktikan bahwa demokrasi tidak selalu harus menunggu baliho lima tahunan. Di hadapan sekitar 100 warga, reses kali ini dikemas bukan sekadar sesi curhat politik, tapi juga bonus layanan publik lintas sektor.
Hadirnya unsur RT, kader Posyandu, bidan desa hingga tokoh masyarakat membuat forum reses lebih mirip musyawarah hidup-mati kampung. Dari infrastruktur, irigasi, air bersih, sampai kursi roda, semua aspirasi keluar ke permukaan, seolah mengingatkan bahwa kebutuhan dasar warga memang jarang viral, tapi selalu mendesak.
“Reses ini bukan cuma dengar aspirasi, tapi mendorong warga ikut aktif dalam perencanaan pembangunan. Demokrasi itu proses harian, bukan seremoni lima tahunan,” ujar Yudha, menegaskan bahwa partisipasi publik tidak seharusnya musiman.
Menariknya, reses tersebut tidak berhenti di tataran wacana. Warga juga dilayani perekaman dan pembuatan e-KTP, akta kelahiran, hingga layanan kesehatan gratis. Demokrasi pun terasa lebih nyata: datang ke forum, pulang bawa layanan.
Dalam dialog, warga Desa Kandang Mukti menyoroti kondisi geografis wilayahnya yang berbukit dan akses jalan menanjak. Infrastruktur desa, tembok penahan tanah (TPT), jaringan irigasi pertanian, hingga akses air bersih menjadi daftar prioritas yang tak bisa lagi ditunda.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












