Putri juga mengingatkan para ibu agar tidak tergesa menikahkan anak, serta mengajak calon ibu untuk rutin memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan. Ia menegaskan, program pemerintah soal kesehatan ibu dan anak sudah memiliki takaran yang jelas dan perlu diikuti, bukan diabaikan.
Resepsi Hari Ibu ke-97 ini juga menunjukkan sisi solidaritas. GOW Kabupaten Garut menghimpun dan menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang di Aceh Tamiang dan Aceh Tengah. Bantuan meliputi sembako, perlengkapan sekolah, sarana ibadah, dapur mandiri, sumur air bersih, hingga jembatan darurat.
Ketua GOW Kabupaten Garut, Diana Ratna Inten, mengatakan bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak sekaligus pemulihan jangka panjang. Ia menyebut dukungan pemerintah daerah membuat peringatan Hari Ibu tahun ini terasa lebih berdampak.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Ibu ke-97 Kabupaten Garut, Rita Sulastri Anwar, melaporkan rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 12 Desember 2025, mulai dari bakti sosial, ziarah, penanaman pohon, bazar, lomba esai, hingga puncak resepsi. Panitia juga memberikan penghargaan kepada 10 tokoh perempuan inspiratif Kabupaten Garut.
Salah satunya adalah Prof. Ummu, yang disebut sebagai contoh bahwa doa, pendidikan, dan ketulusan seorang ibu mampu melahirkan pemimpin bangsa.
Acara ditutup dengan bazar UMKM anggota GOW serta seminar kecantikan dan kesehatan, termasuk edukasi deteksi dini kanker serviks melalui tes IVA. Kombinasi seremoni, layanan kesehatan, dan pesan sosial ini diharapkan tidak hanya merayakan Hari Ibu, tetapi juga menjadi alarm keras bahwa masa depan perempuan Garut tidak seharusnya dipercepat ke pelaminan, melainkan dipersiapkan dengan pendidikan dan kesehatan yang matang.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












