[Locusonline.co] Garut — Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai pilar pembangunan karakter bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Istighosah dan Doa Bersama (Haol Akbar) Pondok Pesantren Fauzan di Kecamatan Sukaresmi, Sabtu (24/1).
Dalam sambutannya yang disampaikan dengan khidmat dalam bahasa Sunda, Sekda Nurdin Yana menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi pesantren.
“Pemerintah sangat berterima kasih kepada pimpinan pesantren atas program-program yang dijalankan. Hal ini sangat membantu pemerintah, terutama dalam aspek mental dan pendidikan yang luar biasa demi kemaslahatan Kabupaten Garut,” ujar Nurdin, yang juga dikenal sebagai akademisi dan mantan direktur Politeknik Garut.
Pesantren sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Nurdin Yana melihat keberadaan pesantren bukan sekadar lembaga keagamaan, melainkan mitra strategis pemerintah dalam membentuk manusia Garut yang utuh. Ia menekankan bahwa tanpa kontribusi pesantren, pemerintah akan kesulitan membangun fondasi moral dan akhlak masyarakat.
“Mudah-mudahan melalui momentum haol ini, kita semua mendapatkan pengingat (tazkiroh). Kita doakan para almarhum dan almarhumah yang telah meletakkan fondasi pendidikan di sini agar amal jariahnya menjadi wasilah bagi kita semua,” tutur Nurdin.
Pernyataan ini mencerminkan visi pemerintah daerah yang melihat pendidikan agama sebagai bagian integral dari pembangunan manusia, sejalan dengan program prioritas daerah.
Pesan Kebangsaan dari KH. Atjeng Abdul Wahid: Menjaga Adab dan Tradisi Keilmuan
Acara yang dihadiri ribuan jemaah ini juga diisi dengan tausiyah mendalam dari KH. Atjeng Abdul Wahid, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut. Kyai Atjeng mengangkat tema pentingnya mengharap keberkahan (barokah) dari para guru dan ulama (masyayikh).
Dengan mengutip pemikiran ulama besar, Imam Asy-Sya’rani, Kyai Atjeng menekankan adab seorang murid terhadap gurunya. “Seorang murid, seorang santri, sehebat apapun ilmu dirinya, dia tidak boleh merasa lebih hebat dari gurunya,” tegasnya di hadapan para santri dan jamaah.
Pesan ini bukan sekadar nasihat agama, tetapi mengandung nilai kebangsaan yang dalam—menghormati tradisi keilmuan, menjaga kesinambungan pengetahuan, dan mencegah sikap arogan intelektual yang dapat merusak tatanan sosial.
Pesantren Fauzan: Menjaga Warisan, Membangun Masa Depan
Haol Akbar ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri Pondok Pesantren Fauzan yang telah berkontribusi besar dalam menyebarkan syiar Islam dan mencerdaskan masyarakat Garut. Acara ini menunjukkan bahwa pesantren bukanlah institusi yang tertutup, melainkan bagian dari ekosistem pembangunan daerah yang terbuka untuk sinergi.
Kehadiran Sekda Garut dalam acara keagamaan ini memiliki makna strategis yang lebih luas. Dalam konteks pembangunan Garut, pesantren berperan dalam beberapa aspek krusial:
- Pembangunan SDM Berkarakter: Sebagai lembaga yang menekankan pendidikan akhlak dan moral, pesantren mencetak generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.
- Stabilitas Sosial: Melalui pengajaran nilai-nilai moderasi, toleransi, dan ukhuwah islamiyah, pesantren berkontribusi pada terciptanya kerukunan dan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
- Penguatan Kearifan Lokal: Dengan menggunakan bahasa Sunda dalam penyampaiannya (seperti yang dilakukan Sekda Nurdin Yana), pesantren sekaligus menjadi penjaga dan pengembang kearifan lokal Garut.
- Mitra Program Pemerintah: Pesantren dapat menjadi mitra efektif dalam program-program pemerintah seperti pencegahan radikalisme, penyuluhan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Vis ke Depan: Sinergi yang Lebih Kuat
Pernyataan Sekda Nurdin Yana ini mengisyaratkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan pesantren. Dalam berbagai kesempatan, Nurdin Yana sering menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun Garut.
Ke depan, sinergi ini dapat diwujudkan dalam bentuk:
- Program Beasiswa: Pemerintah daerah dapat membuat program beasiswa khusus bagi santri berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
- Pelatihan Keterampilan: Mengintegrasikan pesantren dalam program pelatihan keterampilan (vocational training) untuk meningkatkan daya saing ekonomi santri.
- Forum Konsultasi Rutin: Membuat forum konsultasi rutin antara pemerintah daerah dan pimpinan pesantren untuk menyelaraskan program pembangunan.
Dengan menghargai peran strategis pesantren dan membangun sinergi yang kuat, Garut tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun benteng moral yang kokoh untuk menghadapi tantangan zaman. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas manusia Garut di masa depan. (**)












