LOCUSONLINE, GARUT – Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, mendadak berubah jadi arena uji nyali alam terbuka. Sabtu (24/1), angin kencang datang tanpa permisi, merobohkan pepohonan, merusak puluhan rumah, dan merenggut satu nyawa warga.
Pelaksana Tugas Camat Talegong, Wiati Kartini, membenarkan bahwa terjangan angin kali ini bukan sekadar hembusan iseng. Dampaknya menyebar luas, terutama di wilayah selatan Garut, dengan pohon-pohon besar tumbang dan menghantam permukiman.
“Angin kencang disertai pohon tumbang mengakibatkan kerusakan rumah warga dan satu korban meninggal dunia,” kata Wiati saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Hasil pendataan sementara mencatat 29 rumah terdampak. Sebagian bangunan rusak berat akibat tertimpa batang pohon, sementara lainnya kehilangan atap yang terbang entah ke mana terseret amukan angin.
Peristiwa paling tragis terjadi di Kampung Baru, Desa Mekarmukti. Seorang warga yang saat itu tengah membantu warga lain justru menjadi korban. Sebuah pohon aren roboh mendadak dan menimpanya.
“Korban sempat dibawa ke Puskesmas Talegong dan ditangani, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Wiati.
Baca Juga : Alam Kembali Ambil Alih Mikrofon: Bandung Barat Longsor Usai Hujan Pamer Otot
Kerusakan tercatat di sejumlah desa, antara lain Desa Mekarmukti (2 titik), Sukamaju (2 titik), Sukamulya (10 titik), Mekarmulya (5 titik), Selaawi (4 titik), dan Sukalaksana (6 titik). Pemerintah setempat bersama BPBD Garut telah turun langsung ke lokasi, termasuk mendampingi keluarga korban di rumah duka.
Sementara itu, warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan memilih bergerak cepat. Perbaikan darurat dilakukan secara mandiri sembari menunggu tindak lanjut bantuan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












