ArtikelBisnisDaerahDesakuGarutJawa BaratLifestyleNews

Dari Kentang ke Devisa: Karamatwangi Buktikan Desa Bisa Naik Kelas Tanpa Banyak Drama

bhegins
×

Dari Kentang ke Devisa: Karamatwangi Buktikan Desa Bisa Naik Kelas Tanpa Banyak Drama

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image 7q8y2y7q8y2y7q8y
Gamabar Ilustrasi AI

LOCUSONLINE, GARUT – Di kaki Gunung Papandayan yang berdiri gagah tanpa perlu pencitraan, Desa Karamatwangi pelan tapi pasti membalik stigma. Desa yang dulu identik dengan sayuran “ya segitu-gitu saja”, kini berubah menjadi laboratorium hidup tempat pertanian modern dan pariwisata berjabat tangan tanpa ribut di grup WhatsApp.

Dengan spirit gotong royong yang dirangkum dalam semboyan “Karamatwangi Ngahiji, Sinergi, Jeung Masagi”, desa ini memamerkan satu hal penting: kemajuan tidak harus menunggu kota datang menyelamatkan.

tempat.co

Kentang Naik Level, Tanah Ditinggal Dulu

Motor perubahan itu bernama Rana Kurnia, Kepala Desa Karamatwangi. Ia membaca zaman dengan cukup tajam, dimana bertani boleh tradisional, tapi hasil harus futuristik. Maka lahirlah langkah yang membuat kentang naik kasta dari umbi dapur menjadi komoditas berteknologi.

Di Karamatwangi, kentang tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tanah. Melalui teknologi aeroponik, desa ini mengembangkan benih kentang G0 berkualitas tinggi. Program ini dijalankan BUMDes bersama para pemuda desa yang sebelumnya “diungsikan” ke Lembang untuk belajar teknologi pertanian modern.

“Kalau cuma bertani seperti biasa, hasilnya juga biasa. Kami kirim pemuda belajar, ilmunya dibawa pulang, lalu dikelola desa,” kata Rana, Rabu (7/1/2026).

Sebagai etalase sekaligus mesin ekonomi, desa kemudian meluncurkan “Pojok Kentang” ruang khusus untuk promosi dan penjualan aneka olahan kentang lokal. Bukan sekadar jual hasil panen, tapi menjual cerita, proses, dan nilai tambah.

Baca Juga : Siswi SMP Asal Garut Ini Bikin “Taman Pendidikan”, Bukan Taman Pencitraan

Dari Kebun ke Luar Negeri

Ambisi Karamatwangi tidak berhenti di batas kecamatan. Produk desa ini sudah diajak jalan-jalan ke luar negeri. Rana mengungkapkan, Karamatwangi pernah tampil dalam pameran di Malaysia dan berujung pada penandatanganan nota kesepahaman dengan pengusaha setempat, khususnya untuk kerja sama pengolahan kopi dan kegiatan bertaraf internasional.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow