Selain urusan keuangan, Syakur menyoroti peran strategis Tim Penggerak PKK yang dinilai mampu menjangkau kebutuhan masyarakat hingga tingkat keluarga.
“PKK itu kumpulan emak-emak yang punya komitmen membantu keluarga, masyarakat, dan desa. Banyak pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan ASN, tapi bisa disentuh oleh mereka,” tegasnya.
Baca Juga : Garut Diminta Punya TV Sendiri: Biar Informasi Tak Lagi Liar dan Siaran Tak Cuma di Warung Kopi
Perhatian pada kelompok rentan juga ditunjukkan melalui penyerahan simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi buruh tani. Sebanyak 1.139 pekerja di Kecamatan Leles dan 1.029 pekerja di Kecamatan Tarogong Kaler kini resmi tercatat sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Di sektor kemanusiaan, Pemkab Garut memberi penghargaan kepada relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) atas kontribusi mereka dalam penanganan banjir bandang di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, dan Kabupaten Nagan Raya. Penghargaan diberikan kepada Sana Suntana, Yadi Supriyadi, Ujang Ridwan Fauzi, Sonny Wahyudin, dan Sony Tarmeizy.
Apresiasi juga diraih TP PKK Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, yang menyabet Juara Dua Pilot Project Gelari Pelangi tingkat Provinsi Jawa Barat 2025.
Sementara itu, untuk kategori perangkat daerah nonkewilayahan, Sekretariat DPRD Kabupaten Garut keluar sebagai peringkat pertama implementasi transaksi non tunai terbanyak, disusul Diskominfo dan Dinas Kesehatan. Dinas Pendidikan dan Sekretariat Daerah melengkapi lima besar.
Pada kategori kewilayahan, Kecamatan Karangpawitan berada di posisi teratas, diikuti Tarogong Kidul dan Cisurupan. Di sektor kesehatan, Puskesmas Limbangan memimpin, disusul Puskesmas Selaawi dan Mekarmukti. Adapun di tingkat desa, Limbangan Timur, Babakan Loa, dan Limbangan Barat menjadi tiga besar.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











