Bandung Barat

Upaya Heroik Diskarmatan Kota Bandung dalam Misi Evakuasi Korban Longsor Cisarua

rakyatdemokrasi
×

Upaya Heroik Diskarmatan Kota Bandung dalam Misi Evakuasi Korban Longsor Cisarua

Sebarkan artikel ini
Upaya Heroik Diskarmatan Kota Bandung dalam Misi Evakuasi Korban Longsor Cisarua locusonline featured image Jan2026
generated by AI

[Locusonline.co] Bandung Barat – Di tengah rongsokan rumah dan gumpalan lumpur yang membeku di Kampung Pasirkuning, denyut operasi penyelamatan terus berdetak. Gema mesin pompa bertekanan tinggi milik Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung terdengar menembus kesunyian yang menyelimuti lokasi longsor Cisarua. Sejak Sabtu (24/1) dini hari, saat bencana menimbun puluhan rumah, tim yang biasanya menjadi andalan Kota Bandung ini langsung menyebrangi batas administratif, bergabung dalam operasi SAR 24 jam non-stop yang dikomandoi Basarnas untuk mengejar harapan menemukan korban yang masih hilang.

Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiar, mengungkapkan bahwa timnya mengerahkan strategi khusus dalam pencarian. “Kami mengandalkan pompa air bertekanan tinggi sebagai sarana utama untuk membuka dan mengurai material tanah,” jelas Soni saat dikonfirmasi. Prinsip kerjanya, pancaran air dengan tekanan kuat mampu melunakkan dan membersihkan material longsoran secara lebih hati-hati dibanding alat berat, meminimalisir risiko kerusakan lanjutan dan memudahkan identifikasi korban.

tempat.co

Strategi Operasi & Tantangan di Medan Yang Sulit

Operasi Diskarmatan tidak berjalan mulus. Dua tantangan utama menghadang di hari pertama: akses jalan yang rusak parah menyulitkan mobil pemadam masuk, dan kebutuhan debit air yang sangat besar untuk mengoperasikan pompa tekanan tinggi. Tim di lapangan mengatasi masalah air dengan kecerdikan lokal: mereka membangun bendungan sementara di aliran sungai terdekat untuk menampung air yang kemudian dipompa.

Setiap hari, Diskarmatan Kota Bandung menurunkan dua regu khusus yang terdiri dari regu penyelamatan (rescue) dan regu pemadaman, dengan total 14 personel yang bertugas secara bergiliran. Mereka beroperasi di bawah koordinasi terpusat, di mana penggunaan alat berat seperti ekskavator menjadi tanggung jawab tim dari Kementerian PU, BNPB, dan BPBD.

Longsor Cisarua 24 Januari

Konteks Bencana: Skala Kerusakan & Respons Nasional

Longsor yang dipicu hujan ekstrem ini menimbun setidaknya 30 rumah dan mengakibatkan ratusan korban. Data terbaru menunjukkan dari 155 jiwa terdampak, sebanyak 48 jiwa telah ditemukan meninggal, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. Untuk mempercepat proses, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi, sementara Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen melakukan evaluasi mendalam terhadap tata ruang dan pemicu bencana.

Selain evakuasi, penanganan juga terfokus pada ribuan pengungsi. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator PMK memastikan ketersediaan pos kesehatan 24 jam, logistik makanan, hingga layanan dukungan trauma bagi penyintas.

Pelajaran & Refleksi: Menyelamatkan dengan Teknologi Sederhana dan Semangat Gotong Royong

Keterlibatan Diskarmatan Kota Bandung dalam tragedi Cisarua adalah babak penting dalam pembelajaran penanganan bencana skala regional. Inisiatif mereka menunjukkan bahwa di samping teknologi canggih, keahlian teknis, improvisasi di lapangan, dan semangat gotong royong lintas daerah tetap menjadi tulang punggung utama kesiapsiagaan menghadapi darurat.

Soni menegaskan komitmen timnya untuk tetap berada di lokasi hingga pencarian dinyatakan selesai. Di balik asap mesin pompa dan lumpur yang mengering, setiap semburan air tekanan tinggi bukan hanya sekadar alat—melainkan simbol nyata dari nyala harapan yang tak kunjung padam, di tengah upaya bersama mengembalikan puluhan saudara kepada keluarganya. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow