[Locusonline.co] Jakarta – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menjaga akses kesehatan universal bagi warganya kembali diakui secara nasional. Pada ajang bergengsi UHC Awards 2026 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Kota Bandung berhasil menyabet penghargaan dalam Kategori Madya, sekaligus menegaskan catatan sempurna capaian Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta selama delapan tahun berturut-turut sejak 1 Januari 2018.
Penghargaan yang diberikan langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia bersama BPJS Kesehatan ini diterima oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ira Dewi Jani, didampingi Pejabat Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Detty Kurnia. Tahun ini, sebanyak 394 kota dan kabupaten di Indonesia menerima penghargaan serupa, menunjukkan geliat bangsa dalam mewujudkan cakupan kesehatan menyeluruh.
“Bagi Kota Bandung, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan cerminan keberlanjutan kebijakan yang berpihak pada masyarakat,” tegas Ira Dewi Jani usai menerima penghargaan.
Mengurai Makna UHC: Lebih dari Sekadar Angka Kepesertaan
Universal Health Coverage (UHC) merupakan kondisi ideal dimana seluruh penduduk terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga dapat mengakses layanan kesehatan komprehensif—mulai dari promosi kesehatan dan pencegahan penyakit (promotif-preventif) hingga pengobatan dan pemulihan (kuratif-rehabilitatif), tanpa terkendala biaya yang memberatkan.
Di Bandung, capaian ini tidak hanya berupa angka statistik. Data tahun 2025 menunjukkan hampir seluruh penduduk Kota Bandung telah terlindungi, termasuk kelompok masyarakat rentan dan tidak mampu yang iuran JKN-nya secara penuh ditanggung oleh pemerintah daerah melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ini merupakan manifestasi nyata peran aktif negara dalam menjaga kesehatan warganya yang paling membutuhkan.
Dampak Nyata yang Dirasakan Langsung oleh Warga
Keberhasilan UHC terukur dari bagaimana ia mengubah hidup masyarakat. Rini Aryat (27), seorang peserta JKN dari skema PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) yang iurannya dibantu Pemda, merasakan langsung manfaatnya.
“Rawat jalan, rawat inap, sampai operasi, semuanya cover BPJS. Pelayanannya bagus, administrasinya lancar, dan tidak dipersulit,” ujar Rini dengan penuh apresiasi.
Ia menceritakan pengalamannya menjalani dua kali operasi tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun. “Harusnya bayar, tapi jadi gratis. Dari awal minta rujukan langsung dilayani. Semua prosesnya lancar,” tuturnya. Rini berharap kualitas layanan kesehatan di Bandung terus meningkat seiring komitmen pemerintah daerah.
Kunci Keberhasilan: Kolaborasi Lintas Sektor yang Solid
Prestasi ini tidak lahir dari ruang hampa. Ia merupakan buah dari kolaborasi dan sinergi lintas sektor yang terjalin kuat antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di kota, serta dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Sinergi ini memastikan tiga hal kunci: pelayanan kesehatan yang merata ke seluruh penjuru kota, berjalan berkesinambungan, dan selalu berorientasi pada kebutuhan serta kepuasan warga.
Lebih dari sekadar urusan kesehatan, keberhasilan UHC memiliki dampak berganda (multiplier effect) bagi pembangunan kota secara holistik. Masyarakat yang sehat akan mendorong peningkatan produktivitas, menekan beban pengeluaran kesehatan pribadi yang dapat memicu kemiskinan, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup serta kebahagiaan warga secara keseluruhan.
Jalan ke Depan: Menjaga Keberlanjutan dan Meningkatkan Kualitas
Dengan raihan UHC Awards 2026 Kategori Madya, Kota Bandung telah menancapkan tonggak prestasi baru. Namun, perjalanan belum usai. Pemkot Bandung tetap mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga momentum ini dengan memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan mereka tetap aktif.
Pesan yang disampaikan jelas: UHC bukan sekadar target administratif yang harus dicapai, melainkan sebuah jaminan perlindungan kesehatan kolektif yang harus dirawat bersama. Komitmen kini bergeser dari sekadar mengejar cakupan universal, menuju peningkatan kualitas layanan yang lebih baik lagi, agar setiap warga Bandung dapat hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (**)













