Bandung

Bukan Sekadar Bersih, RW 02 Cibangkong Kini “Manis” dengan Madu Trigona

rakyatdemokrasi
×

Bukan Sekadar Bersih, RW 02 Cibangkong Kini “Manis” dengan Madu Trigona

Sebarkan artikel ini
Bukan Sekadar Bersih, RW 02 Cibangkong Kini “Manis” dengan Madu Trigona locusonline featured image Jan2026

[Locusonline.co] Bandung — Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, sebuah kisah transformasi lingkungan berbuah manis—secara harfiah—terjadi di RW 02, Kelurahan Cibangkong. Bermula dari keprihatinan terhadap sampah, warga setempat kini sukses mengelola Kawasan Bebas Sampah (KBS) yang tidak hanya bersih, tetapi juga produktif menghasilkan madu Trigona murni bernilai ekonomi dan kesehatan tinggi. Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian dan pujian langsung dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Inisiatif ini dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Tamalago Tani Madu Lebah Trigona”, yang telah mendapatkan pengakuan resmi melalui Surat Keputusan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat serta dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung.

tempat.co

Siklus Berkelanjutan: Dari Sampah Dapur ke Madu Berkhasiat

Ketua RW 02 Cibangkong, Neneng Hesti, memaparkan konsep sirkular yang menjadi kunci kesuksesan program ini. Semua berawal dari pengelolaan sampah organik rumah tangga.

  1. Pemilahan Sampah: Warga secara disiplin memisahkan sampah organik.
  2. Pengomposan: Sampah organik diolah menjadi kompos berkualitas.
  3. Penghijauan & Budidaya Pakan Lebah: Kompos digunakan untuk memupuk beragam tanaman berbunga yang menjadi pakan lebah Trigona, seperti kaliandra, kecombrang, dan tanaman buah.
  4. Produksi Madu: Dari bunga-bunga inilah sekitar 30 kotak koloni lebah Trigona yang tersebar di empat RT menghasilkan madu murni.

“Lebah Trigona harus makan dari bunga yang mengandung nektar dan polen. Jadi, kami melakukan penghijauan dengan menanam tanaman pakan lebah. Dari situ, lebah menghasilkan madu,” jelas Neneng, menggambarkan rantai nilai yang tercipta.

Madu dengan Cita Khas dan Dampak Sosial Langsung

Madu yang dihasilkan bukan sekadar komoditas. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang secara langsung mencicipi madu tersebut memberikan testimoni positif. “Pak Wali bilang madunya segar, rasanya beda dengan madu yang biasa beliau beli. Ada rasa asam-asamnya karena ini benar-benar murni dari alam,” ujar Neneng menirukan.

Cita rasa asam (acidic notes) yang khas ini merupakan penanda kemurnian dan kualitas alami madu Trigona, yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan bersih dalam radius 1-2 kilometer dari sarang.

Lebih dari nilai ekonominya, madu ini memiliki dampak sosial langsung. KSM secara aktif membagikan hasil panen kepada kelompok rentan sebagai bagian dari intervensi kesehatan komunitas.

“Madu tersebut telah dibagikan kepada anak-anak stunting dan ibu hamil di wilayah Kelurahan Cibangkong sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat,” tegas Neneng. Praktik ini sejalan dengan upaya pencegahan stunting melalui peningkatan asupan gizi berkualitas.

Pondasi Utama: Konsistensi dalam Pengelolaan Sampah

Neneng menekankan bahwa semua capaian ini berfondasikan pada konsistensi warga dalam mengelola lingkungan, terutama sampah. Pasca-insiden TPA Sarimukti, warga RW 02 Cibangkong bergerak mandiri mengelola sampah hingga berhasil meraih status Kawasan Bebas Sampah (KBS) dan kini sedang menuju level KBS Utama.

“Semua program pemerintah kami jalankan, dari DLH, DKPP, sampai Dinas Kesehatan. Alhamdulillah RW 02 terus bergerak,” pungkasnya.

Kesuksesan RW 02 Cibangkong menjadi bukti nyata bahwa gerakan lingkungan yang partisipatif dan terintegrasi tidak hanya menciptakan kebersihan, tetapi juga dapat membangkitkan ekonomi sirkular, meningkatkan ketahanan pangan lokal, dan berkontribusi pada kesehatan masyarakat—sebuah model berkelanjutan yang layak menjadi inspirasi bagi wilayah lain. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow