[Locusonline.co] Bandung – Kota Bandung kini memiliki ruang terbuka hijau yang lebih nyaman dan fungsional. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menyelesaikan program revitalisasi dan perbaikan menyeluruh di Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil), salah satu paru-paru kota yang paling ikonis dan penting secara ekologis. Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui penataan ruang publik yang lebih baik.
Transformasi Menyeluruh: Dari Fisik hingga Fungsional
Revitalisasi Baksil tidak hanya sekadar proyek perawatan biasa. Ini merupakan upaya terstruktur untuk mengembalikan fungsi utama hutan kota sebagai ekosistem alami, sekaligus meningkatkan daya dukungnya sebagai ruang rekreasi dan interaksi sosial warga.
Langkah-langkah perbaikan yang dilakukan meliputi:
- Penataan Kawasan: Meliputi perbaikan jalur pedestrian, perapian jalur hijau, dan pengaturan titik-titik fokus aktivitas untuk menghindari penumpukan di satu area.
- Peningkatan Kebersihan: Sistem pengelolaan sampah yang lebih ketat, penambahan tempat sampah terpilah, dan program pembersihan rutin yang intensif.
- Perbaikan Fasilitas Pendukung: Penataan ulang area duduk, perbaikan penerangan jalan, dan pemeliharaan fasilitas olahraga serta taman bermakna untuk anak-anak.
Resonansi Positif dari Pengguna: “Lebih Nyaman dan Tertata”
Hasil revitalisasi langsung dirasakan oleh para pengunjung setia Baksil. Jasmin, salah seorang mahasiswa yang sering menggunakan ruang ini untuk belajar, mengungkapkan kepuasannya. “Setelah adanya perbaikan jadi lebih enak dan nyaman, lebih tertata dan rapih juga. Enak dipakai buat nugas atau nongkrong,” ujarnya.
Pernyataan serupa datang dari Acon, warga sekitar yang menjadikan Baksil sebagai bagian dari kesehariannya. Ia melihat dampak positif yang lebih luas. “Setelah adanya perbaikan jadi lebih menarik pengunjung. Saya sendiri sebagai orang sekitar sini sering ke sini buat cari suasana. Kebersihannya juga jadi lebih dijaga,” ungkap Acon.
Testimoni ini menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya memperbaiki fisik, tetapi juga telah berhasil meningkatkan sense of belonging (rasa kepemilikan) dan kebanggaan warga terhadap aset kotanya.
Dampak Jangka Panjang: Ruang Hijau Sebagai Kebutuhan Dasar Kota
Revitalisasi Hutan Kota Babakan Siliwangi memiliki makna yang lebih dalam. Di tengah tantangan urbanisasi dan berkurangnya ruang terbuka, keberadaan ruang hijau yang berkualitas telah menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi sekadar pelengkap.
Berikut manfaat strategis dari keberhasilan program ini:
- Peningkatan Kualitas Lingkungan: Pohon-pohon di Baksil berperan vital dalam menyerap polusi udara, menurunkan suhu mikro (urban heat island effect), dan menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati kota.
- Kesehatan Masyarakat: Menyediakan ruang yang aman dan nyaman untuk berolahraga, berjalan kaki, dan beraktivitas di luar ruangan, yang berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental warga.
- Pemulihan Ekonomi Lokal: Meningkatnya jumlah pengunjung berpotensi menggerakkan ekonomi lokal di sekitarnya, seperti warung kopi, pedagang kaki lima yang tertata, dan penyewaan alat olahraga.
- Model Pengelolaan: Keberhasilan revitalisasi Baksil dapat menjadi blueprint atau model untuk perbaikan dan pengelolaan ruang terbuka hijau lainnya di Kota Bandung, seperti Taman Lansia, Taman Film, atau Taman Jomblo.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Bandung mengirimkan pesan yang jelas: pembangunan kota yang berkelanjutan harus seimbang antara pembangunan fisik (built environment) dengan pelestarian dan peningkatan lingkungan alam (natural environment). Hutan Kota Babakan Siliwangi yang telah direvitalisasi bukan sekadar taman, melainkan simbol komitmen terhadap kota yang lebih hijau, sehat, dan layak huni bagi semua warganya.
Ke depan, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan hasil revitalisasi ini melalui perawatan rutin, aturan pengunjung yang jelas, dan partisipasi aktif komunitas untuk bersama-sama menjaga salah satu permata hijau Kota Bandung ini. (**)













