Bandung

Ekonomi Bandung Tumbuh 5,3%, Farhan Bidik 8% untuk Perkuat Kontribusi Nasional

rakyatdemokrasi
×

Ekonomi Bandung Tumbuh 5,3%, Farhan Bidik 8% untuk Perkuat Kontribusi Nasional

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,3%, Farhan Bidik 8% untuk Perkuat Kontribusi Nasional locusonline featured image Feb

[Locusonline.co] Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan sinyal optimistis mengenai performa ekonomi kota pada awal tahun 2026. Dalam Apel Mulai Bekerja di Plaza Kota Bandung, Senin (9/2), Farhan mengapresiasi kerja keras jajaran ASN sambil memaparkan data makroekonomi yang menunjukkan Kota Bandung berada di “jalur cepat pemulihan” pascapandemi.

Pemulihan Signifikan dengan Fondasi yang Kuat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Bandung diproyeksikan mencapai 5,3 persen. Angka ini bukan satu-satunya indikator positif. Farhan menyebutkan adanya perbaikan komprehensif dalam beberapa aspek kunci:

tempat.co
  • Penurunan Tingkat Kemiskinan
  • Membaiknya Rasio Gini (indikator ketimpangan pendapatan)
  • Turunnya Pengangguran Terbuka
  • Prospek peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

“Dilihat dari angka makro, tampaknya Kota Bandung berada di jalur fast track menuju pemulihan ekonomi pasca-Covid-19,” ujar Farhan. Pencapaian ini merupakan hasil akumulasi kerja keras sepanjang tahun 2025.

Target Ambisius: Kontribusi pada Pertumbuhan Nasional 8%

Meski optimis, Farhan menegaskan bahwa perjalanan belum selesai. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan sebelum pandemi pernah mencapai 7,6 persen, sementara pada masa pandemi sempat terkontraksi hingga minus 3,2 persen.

“Masih ada selisih sekitar 2 hingga 3 persen yang harus dikejar agar Bandung benar-benar kembali ke jalur pertumbuhan tinggi,” katanya.

Target jangka panjangnya lebih ambisius. Farhan menegaskan komitmen Kota Bandung untuk berkontribusi pada salah satu agenda nasional Presiden Prabowo Subianto. “Targetnya, pada 2029 kita bisa berkontribusi memenuhi salah satu Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ungkapnya. Pernyataan ini menempatkan Bandung tidak hanya sebagai kota yang bangkit, tetapi sebagai kontributor aktif terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan yang Inklusif: Menjembatani Kesenjangan

Farhan secara khusus mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi semata tidak cukup jika tidak inklusif. Ia menyoroti pentingnya pemerataan hasil pembangunan.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak ada artinya tanpa kesetaraan. Kesenjangan kesejahteraan masih terasa betul,” tegasnya.

Oleh karena itu, strategi ke depan akan berfokus pada kebijakan yang tidak hanya mengejar angka, tetapi juga berdampak nyata pada:

  • Pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan.
  • Penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.
  • Penguatan daya beli masyarakat secara luas.

Dari Pemulihan ke Akselerasi Inklusif

Pernyataan Wali Kota Farhan menggambarkan sebuah transisi fase ekonomi Kota Bandung:

Fase EkonomiKondisiTarget & Fokus
Pemulihan (Recovery)Bangkit dari kontraksi -3.2% (pandemi) ke +5.3%.Stabilisasi, mengembalikan aktivitas ekonomi ke level prapandemi.
Akselerasi (Acceleration)Menutup gap 2-3% menuju level prapandemi (~7.6%).Inovasi, investasi, dan produktivitas untuk pertumbuhan lebih tinggi.
Kontribusi Nasional (Contribution)Berkontribusi pada target nasional 8% pada 2029.Menjadi motor pertumbuhan regional, selaras dengan kebijakan nasional.

Kunci keberhasilan transisi ini terletak pada kemampuan Bandung untuk mempertahankan momentum positif sambil mengatasi tantangan ketimpangan. Pernyataan Farhan tentang kesenjangan yang “masih terasa betul” menunjukkan kesadaran bahwa pertumbuhan yang hanya dinikmati segelintir orang akan rapuh dan berpotensi menimbulkan ketegangan sosial.

Kolaborasi dan Dampak Nyata

Farhan menutup dengan seruan kepada seluruh ASN untuk menjaga konsistensi, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap program berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Tahun 2026 diposisikan sebagai fondasi penting untuk lompatan ekonomi menuju 2029.

Dengan menggabungkan optimisme data, target yang ambisius, dan kesadaran akan pentingnya inklusivitas, Wali Kota Farhan telah merumuskan agenda ganda untuk Kota Bandung: tidak hanya menjadi kota yang tumbuh cepat, tetapi juga kota yang tumbuh bersama dan adil. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow