Bandung

Infrastruktur Bandung Melaju Pesat: 4.106 Titik PJU, 2.100 Rutilahu, 29,52 Km Jalan Diperbaiki di Era Farhan

rakyatdemokrasi
×

Infrastruktur Bandung Melaju Pesat: 4.106 Titik PJU, 2.100 Rutilahu, 29,52 Km Jalan Diperbaiki di Era Farhan

Sebarkan artikel ini
Infrastruktur Bandung Melaju Pesat, 4.106 Titik PJU, 2.100 Rutilahu, 29,52 Km Jalan Diperbaiki di Era Farhan locusonline featured image Feb
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline,co] BANDUNG – Satu tahun kepemimpinan Muhammad Farhan sebagai Wali Kota Bandung menunjukkan percepatan signifikan dalam pembangunan infrastruktur dasar. Melalui visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis), pemerintah kota memprioritaskan infrastruktur sebagai fondasi kota yang aman, nyaman, dan berdaya saing.

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, berbagai program strategis direalisasikan, mulai dari pembangunan penerangan jalan, perbaikan jalan dan drainase, revitalisasi ruang publik, pembangunan flyover, perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), hingga penataan kabel udara.

tempat.co

Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis menjadikan Bandung sebagai kota modern yang tertata, layak huni, dan ramah bagi warganya.

Bandung Kian Terang: 4.106 Titik Penerangan Jalan Dibangun

Melalui program Bandung Caang Utama, Dinas Perhubungan Kota Bandung membangun 501 tiang dengan total 4.106 titik Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) sepanjang 2025.

Penerangan tersebut tersebar di berbagai wilayah, termasuk:

  • Jalan utama dan kolektor
  • Permukiman padat penduduk
  • Gang sempit yang sebelumnya minim pencahayaan

Sebanyak 742 titik berasal dari aspirasi DPRD, sementara 3.364 titik dari Musrenbang, menunjukkan kuatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Selain itu, inovasi Penerangan Jalan Gang (PJG) mulai diterapkan untuk gang selebar kurang dari dua meter. Pada tahap awal, program ini menghadirkan 120 tiang di delapan lokasi, dilengkapi sistem pemeliharaan 24 jam untuk memastikan keandalan penerangan.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di malam hari.

Kemantapan Jalan Mendekati 90 Persen, 29,52 Km Ruas Diperbaiki

Di sektor transportasi darat, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung memperbaiki 29,52 kilometer jalan yang mencakup 266 ruas prioritas selama 2025.

Beberapa ruas strategis yang telah diperbaiki antara lain:

  • Jalan Ir. H. Juanda (Dago)
  • Jalan Batu Nunggal
  • Jalan Pahlawan
  • Jalan Cemara

Perbaikan ini berdampak langsung pada peningkatan kemantapan jalan kota yang kini mendekati 90 persen, memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi barang.

Penguatan Drainase, Kurangi Risiko Genangan

Selain jalan, Pemkot Bandung juga memperkuat sistem drainase:

  • Rehabilitasi drainase: 14.657 meter
  • Drainase baru: 1.606 meter
  • Total drainase aktif: 282.349 meter

Program ini difokuskan di wilayah rawan genangan, termasuk Jalan Arcamanik Endah, Sukapura, Golf Raya, hingga Jalan Siliwangi.

Langkah ini penting untuk meningkatkan ketahanan kota terhadap banjir dan perubahan iklim.

Revitalisasi Ruang Publik, Kota Lebih Ramah dan Inklusif

Empat ruang publik utama direvitalisasi sepanjang 2025, yakni:

  • Taman Lansia
  • Alun-alun Kota Bandung
  • Hutan Kota Babakan Siliwangi
  • Kawasan bawah Jembatan Pasupati

Revitalisasi meliputi:

  • Perbaikan jalur pejalan kaki dan jogging track
  • Penambahan fasilitas disabilitas
  • Peningkatan penerangan
  • Pembangunan fasilitas olahraga komunitas

Penataan ini menjadikan ruang publik lebih inklusif, aman, dan produktif bagi masyarakat.

Flyover Nurtanio Beroperasi, Kurangi Kemacetan Strategis

Salah satu proyek infrastruktur besar adalah pembangunan Flyover Nurtanio hasil kolaborasi Pemkot Bandung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Proyek senilai Rp62 miliar ini memiliki:

  • Total penanganan: 550 meter
  • Panjang flyover: 90 meter
  • Bentang utama: 25–40 meter

Flyover yang mulai beroperasi Desember 2025 ini mampu:

  • Mengurangi kemacetan
  • Mempercepat waktu tempuh
  • Meningkatkan keselamatan lalu lintas

2.100 Rumah Tidak Layak Huni Diperbaiki

Di sektor permukiman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Bandung memperbaiki sekitar 2.100 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sepanjang 2025.

Setiap unit menerima bantuan sekitar Rp25 juta, dengan cakupan di seluruh 25 kecamatan.

Program ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kualitas hidup warga
  • Mengurangi kawasan kumuh
  • Mewujudkan permukiman layak huni

Pemkot menargetkan perbaikan 9.000 unit hingga 2029.

23,5 Km Kabel Udara Dirapikan, Kota Lebih Aman dan Estetis

Penataan utilitas kota juga dilakukan melalui penurunan kabel udara sepanjang 23,5 kilometer di 47 lokasi.

Salah satu lokasi utama adalah Jalan Buah Batu, di mana:

  • 14 ton kabel diturunkan
  • 30 jalur kabel dirapikan
  • Mencakup hampir 1.000 tiang

Program ini meningkatkan:

  • Keselamatan pejalan kaki
  • Estetika kota
  • Kualitas tata ruang perkotaan

Ruang Terbuka Hijau Capai 12,56 Persen, Terus Ditingkatkan

Saat ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandung mencapai:

  • 2.101,81 hektare
  • Setara 12,56 persen luas wilayah kota

Pemkot Bandung terus menambah RTH melalui:

  • Pengembangan taman kota
  • Revitalisasi hutan kota
  • Optimalisasi lahan publik

Target jangka panjangnya adalah mencapai standar nasional 30 persen RTH.

Infrastruktur Jadi Fondasi Bandung Masa Depan

Berbagai capaian ini menunjukkan percepatan pembangunan yang terukur dan merata di bawah kepemimpinan Wali Kota Farhan.

Pembangunan infrastruktur tidak hanya meningkatkan kualitas fisik kota, tetapi juga berdampak pada:

  • Mobilitas masyarakat
  • Keamanan lingkungan
  • Pertumbuhan ekonomi
  • Kualitas hidup warga

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, visi Bandung sebagai kota modern, nyaman, dan berdaya saing semakin mendekati kenyataan.

Bandung kini semakin terang, tertata, dan siap menghadapi masa depan.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow