Bandung

Kolaborasi Pusat-Daerah, Rusunami di Bandung Siap Jadi Hunian Layak bagi MBR dengan Skema Kepemilikan

rakyatdemokrasi
×

Kolaborasi Pusat-Daerah, Rusunami di Bandung Siap Jadi Hunian Layak bagi MBR dengan Skema Kepemilikan

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi Pusat Daerah, Rusunami di Bandung Siap Jadi Hunian Layak bagi MBR dengan Skema Kepemilikan locusonline featured image Feb
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co] Bandung – Pemerintah pusat dan daerah semakin mempercepat realisasi program perumahan rakyat di Kota Bandung. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam membangun sinergi lintas level pemerintahan untuk menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam kunjungannya ke lokasi rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) pada Kamis (12/2), Ara—sapaan akrab Maruarar—menyoroti pentingnya kerja sama solid dari tingkat pusat hingga kelurahan agar program ini tepat sasaran.

“Pak Wali Kota baru setahun menjabat, tapi geraknya cepat. Dengan Pak Gubernur, Pak Sekda, kita buktikan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo, provinsi, kota, hingga kelurahan dan RW bisa bergerak kompak,” ujar Ara di hadapan jajaran pemerintah daerah.

tempat.co

Menyiapkan Hunian Berkualitas dengan Tata Kelola yang Baik

Ara mengakui bahwa program Rusunami tidak akan lepas dari berbagai tantangan di lapangan, mulai dari aspek regulasi, pembiayaan, hingga teknis pembangunan. Namun, ia menekankan bahwa komitmen dan kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci keberhasilan. “Tidak mungkin mulus tanpa kendala. Tapi dengan niat baik, doa, dan kerja sama, kita bisa. Pastikan integritas, tata kelola, kualitas hunian, dan tepat sasaran untuk rakyat Bandung,” tegasnya.

Pemerintah saat ini tengah merampungkan perencanaan menyeluruh, mencakup aspek tata kelola, regulasi, pembiayaan, hingga mekanisme pelaksanaan. Ara menjanjikan bahwa skema program akan diumumkan secara detail dalam dua pekan ke depan. “Mudah-mudahan dua minggu lagi semua sudah lebih jelas. Kita janji ketemu lagi akhir Februari untuk menyampaikan detailnya,” ujarnya.

Bandung Targetkan 1.000 Unit Rusunami, Guru Jadi Prioritas

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik dukungan pusat dan berharap Kota Bandung mendapatkan alokasi sekitar 1.000 unit rumah subsidi. Skema yang dirancang berbasis kepemilikan, bukan relokasi, sehingga tidak ada unsur pemaksaan kepada warga. “Ini hak milik, bukan relokasi. Targetnya masyarakat berpenghasilan rendah yang belum punya rumah tapi punya penghasilan sehingga bisa mencicil,” jelas Farhan.

Pembiayaan akan didukung skema subsidi dari Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) agar cicilan lebih terjangkau. Farhan juga mengusulkan agar guru menjadi salah satu kelompok prioritas penerima hunian, mengingat banyak sekolah di sekitar lokasi pembangunan. “Di sekitar sini banyak sekolah, jadi ekosistemnya mendukung. Guru akan kita prioritaskan supaya mereka bisa tinggal lebih tenang,” katanya.

Beberapa Lokasi Potensial Disiapkan, Fokus pada Bandung Timur

Program Rusunami ini tidak hanya difokuskan di satu titik. Pemerintah menyiapkan beberapa lokasi potensial, di antaranya kawasan Cimincerang di wilayah Bandung Timur. Konsep ini diharapkan memperluas akses hunian layak di berbagai penjuru kota, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari tempat tinggal yang terjangkau.

Pemprov Jabar Siap Dukung dan Jadikan Role Model

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk mendukung penuh program tersebut. Salah satu pendekatan yang didorong adalah pengembangan perumahan vertikal guna menekan alih fungsi lahan. “Pak Gubernur sudah berkomitmen dengan Pak Menteri. Perumahan vertikal kita dorong agar alih fungsi lahan bisa diminimalisasi. Terobosan Pak Wali Kota di Bandung ini bisa jadi role model dan akan kami replikasi di kota-kota lain di Jawa Barat,” ujar Herman.

Rusunami: Solusi Hunian Layak di Tengah Keterbatasan Lahan

Program Rusunami menjadi salah satu solusi strategis di tengah tingginya kebutuhan hunian layak dan terbatasnya lahan di perkotaan. Dengan skema kepemilikan yang terjangkau dan dukungan subsidi, masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan dapat memiliki rumah yang layak tanpa terbebani cicilan berat. Kehadiran Rusunami juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi baru di sekitar lokasi hunian.

Dengan kolaborasi yang solid antara pusat, provinsi, dan kota, serta dukungan regulasi dan pembiayaan yang matang, program Rusunami di Bandung diyakini dapat menjadi model keberhasilan pembangunan perumahan rakyat yang inklusif dan berkelanjutan. Masyarakat pun kini menanti kepastian skema dan realisasi hunian yang selama ini diimpikan. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow