[Locusonline.co] BANDUNG – Keluhan warga soal kebersihan di kawasan Kebun Binatang Bandung tak didiamkan begitu saja. Jumat pagi (27/2/2026), sekitar 100 personel gabungan dari berbagai instansi turun tangan langsung melakukan aksi bersih-bersih massal di area tersebut.
Dipimpin langsung oleh Camat Coblong, Krinda Hamidipradja, kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merespons aspirasi masyarakat dengan cepat dan tepat.
“Di Coblong, setiap hari Jumat kami memang rutin melaksanakan Jumsih (Jumat Bersih) dan Jumling (Jumat Keliling). Kebetulan ini selaras dengan program BKAD. Jadi kita sinergikan sekaligus untuk menjawab pengaduan masyarakat yang menilai area sekitar kebun binatang terlihat kurang bersih,” kata Krinda di lokasi, Jumat (27/2/2026).
Sinergi Lintas Instansi, Hasil Maksimal
Aksi bersih-bersih ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat. Total personel yang diterjunkan mencapai lebih dari 100 orang.
Rincian personel yang terlibat:
- 8 petugas dari DLH
- 7 personel Satpol PP
- Sekitar 40 orang dari kelurahan
- 10 orang dari kecamatan
- Dukungan penuh dari Dishut dan unsur lainnya
Krinda menjelaskan, sebenarnya untuk kebersihan harian di dalam kawasan kebun binatang sudah ada delapan petugas dari DLH yang bertugas rutin. Namun, melalui kolaborasi ini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan menyeluruh, termasuk di area luar yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Kami sifatnya membantu dan memperkuat. Kalau ada titik yang membutuhkan perhatian lebih, kita kerja keroyokan, ” ucapnya dengan semangat.
Efisien dan Tepat Sasaran, Meski di Bulan Ramadan
Meski apel pagi belum diikuti seluruh peserta karena undangan dimulai pukul 08.00 WIB, Krinda memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama. Kegiatan langsung dimulai dengan apel singkat, lalu bergerak ke lokasi.
“Daripada menunggu terlalu lama, kami langsung apel singkat dan bergerak bekerja. Alhamdulillah, mudah-mudahan sekarang kondisinya sudah lebih bersih dan rapi,” katanya.
Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi bulan Ramadan. Pekerjaan dilakukan secara proporsional agar tidak terlalu membebani petugas yang sedang menjalankan ibadah puasa. Aksi bersih-bersih berlangsung sekitar satu hingga dua jam.
Sampah Terangkut, Citra Kota Terjaga
Dalam aksi tersebut, petugas berhasil mengangkat sejumlah tumpukan sampah dan memindahkannya ke fasilitas pengolahan sampah milik kebun binatang yang memang telah memiliki sistem tersendiri.
Krinda menegaskan, kebersihan kawasan wisata menjadi perhatian serius. Kebun binatang merupakan salah satu destinasi favorit yang kerap dikunjungi warga Bandung, termasuk wisatawan dari luar daerah. Ia tak ingin muncul kesan kumuh yang dapat merusak citra Kota Bandung sebagai kota wisata yang nyaman dan tertata.
“Ini kerja bersama. Mudah-mudahan komitmen menjaga kebersihan bisa terus kita pertahankan, ” ujarnya.
Aksi bersih-bersih di Kebun Binatang Bandung ini membuktikan bahwa dengan sinergi dan respons cepat, keluhan warga bisa langsung dijawab dengan aksi nyata. Tak perlu menunggu prosedur panjang, yang penting adalah hasil.
Kecamatan Coblong bersama seluruh unsur terkait telah menunjukkan bahwa “gaspol” bukan sekadar kata, tapi aksi. Semoga semangat kolaborasi ini terus berlanjut, tidak hanya di kebun binatang, tetapi di seluruh sudut Kota Bandung. (**)














