GARUT – Fadia A Rafiq saat ini menjadi pejabat di tanah air yang menjadi sorotan publik. Pasalnya, putri penyanyi dangdut almarhum H. A Rafiq yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan Jawa Tengah tersebut terkena OTT (Operasi Tangkap Tangan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Selasa (03/03/2026).
Menurut informasi yang dikumpulkan redaksi locusonline.co, OTT KPK terhadap Fadia A Rafiq terkait dugaan pengadaan Barjas (barang dan jasa) termasuk pengadaan outsourching atau pengadaan tenaga ahli daya di lingkungan Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah.
“KPK telah mengamankan Bupati Pekalongan (Fadia A Rafiq) dalam kegiatan tangkap tangan. Saat ini yang bersangkutan dalam perjalanan menuju Jakarta,” tulis pernyataan KPK, Selasa (03/03/2026).
Sosok Fadia A Rafiq ternyata bukanlah sosok asing di mata sebagian masyarakat Indonesia. Pasalnya, sebelum terjun ke dunia politik, politisi tersebut pernah menekuni profesi sebagai penyanyi dangdut yang turun dari jejak ayahnya, A Rafiq.
Fadia A Rafiq juga memiliki saudara kandung yang sama-sama menjadi publik figur seperti Fahd A Rafiq dan Fairuz A Rafiq. Fahd A Rafiq merupakan politisi dari Partai Golkar yang pernah tersandung kasus korupsi sebanyak dua kali.
Kasus pertama karena penyuapan terhadap mantan anggota DPR RI Wa Ode Nurhayati, terkait upaya pemberian Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) Tahun 2011 di tiga kabupaten Aceh. Fahd mulai ditahan sejak 27 Juli 2012, meski tindak pidana itu sendiri mulai tahun 2010.
Kasus kedua yang menjerap Politikus Golkar tersebut karena korupsi pengadaan Al-Qur’an dan pengadaan laboratorium MTs Kementerian Agama RI pada tahun 2011-2012. Majelis Hakim menyatakan Fahd terbukti menerima suap sebesar Rp 3,411 miliar dan dinyatakan melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 No. 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (tipikor), yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat 1 ke -1 KUHP dan Pasal 65 KUHP.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues









