LOCUSONLINE, JAKARTA – Kasus pembunuhan terhadap Dwintha Anggary (37), cucu dari seniman Betawi legendaris Mpok Nori, kini berkembang layaknya serial kriminal dengan plot yang makin tebal minus jeda iklan. Polisi akhirnya menangkap pelaku bernama Fuad, sekaligus membuka tabir fakta-fakta yang sebelumnya hanya jadi bahan spekulasi publik.
Alih-alih menyerahkan diri, pelaku memilih gaya hidup “nomaden dadakan” dengan berpindah dari Bogor ke Sukabumi. Namun perjalanan itu berakhir antiklimaks saat ia ditangkap di rest area KM 68 Tol Tangerang–Merak, tepat ketika hendak menyeberang ke Pulau Sumatera. Polisi menyebut upaya pelarian ini sebagai bentuk penghilangan jejak, meski akhirnya jejak itu justru makin jelas.
Di balik tragedi ini, keluarga korban mengungkap riwayat hubungan yang tidak sehat. Dwintha dan pelaku diketahui pernah menikah siri, namun berpisah setelah konflik yang memuncak pada momen Nisfu Sya’ban. Kata “talak” sempat meluncur, meski kemudian dianggap sekadar emosi sesaat oleh pelaku.
Namun, konflik tak berhenti di situ. Pelaku bahkan sempat melukai dirinya sendiri di depan keluarga korban, ini sebuah adegan dramatis yang membuat keluarga memanggil polisi. Sayangnya, pelaku kabur sebelum petugas tiba, meninggalkan tanda tanya yang kini terjawab dengan cara tragis.
Polisi mengungkap motif pembunuhan diduga kuat dipicu rasa cemburu. Pelaku mengaku melihat korban bersama pria lain di sebuah bazar Ramadan. Pertemuan itu memicu pertengkaran yang berlanjut hingga malam hari.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










