ArtikelJawa TengahLifestyleNasionalNews

Di Sleman Google Maps Jadi Kepala Desa: Sawah Disulap Jadi Jalan Tol Dadakan

bhegins
×

Di Sleman Google Maps Jadi Kepala Desa: Sawah Disulap Jadi Jalan Tol Dadakan

Sebarkan artikel ini
69c13acfbc776
Kendaraan para pemudik melintasi jalan area persawahan di Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman setelah mengikuti google map menuju GT Purwomartani. Mereka mengikuti google map untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di Jalan Yogya-Solo.(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

LOCUSONLINE, SLEMAN – Arus mudik Lebaran 2026 kembali menghadirkan fenomena tak terduga Dimana jalan kampung hingga area persawahan di Tamanmartani mendadak berubah fungsi menjadi “jalur alternatif premium” versi digital. Bukan karena kebijakan pemerintah, melainkan hasil komando senyap dari Google Maps yang tampaknya lebih percaya diri daripada kondisi lapangan.

Pantauan di lapangan pada Minggu (23/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB menunjukkan kepadatan parah di Jalan Yogya-Solo. Para pemudik yang ingin keluar dari Yogyakarta pun berbondong-bondong mencari “jalan ninja” menuju Gerbang Tol Purwomartani. (Dilansir dari berita KOMPAS.com)

tempat.co

Hasilnya? Jalan desa yang biasanya dilalui sepeda dan ayam kampung kini dijejali mobil pribadi hingga mengular masuk ke jalur tanah di tengah sawah.

Kendaraan terlihat nekat melintasi area persawahan, mengikuti rute yang disarankan aplikasi. Tak ada marka jalan, tak ada aspal yang ada hanya keyakinan bahwa “kalau Maps bilang bisa, ya gas saja.”

Seorang warga setempat, Yaka, mengaku fenomena ini mulai terjadi sejak siang hari.
“Sekitar jam 13.30 WIB tiba-tiba kendaraan masuk ke sini. Enggak tahu awalnya, ternyata semua pakai Google Maps,” ujarnya.

Baca Juga : Jalur Kota Lancar Bak Jalan Tol Impian, Limbangan Tetap Jadi ‘Zona Uji Kesabaran’

Ironisnya, ketika teknologi navigasi “menyerah” pada realitas, warga setempat justru tampil sebagai pemandu lalu lintas dadakan. Mereka berdiri di pinggir jalan, mengarahkan pemudik agar tidak semakin tersesat di labirin kampung.

“Kita bantu saja daripada makin bingung. Mereka tanya arah tol, ya kita tunjukkan,” kata Yaka.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow